SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Angka Kemiskinan 2,38 Persen di Kota Sawah­lunto, Terendah di Nasional

0
×

Angka Kemiskinan 2,38 Persen di Kota Sawah­lunto, Terendah di Nasional

Sebarkan artikel ini
PENGHARGAAN— Gubernur Sumbar menyerahkan penghargaan khusus kepada Wali Kota Sawahlunto Deri Asta karena berhasil menekan angka kemiskinan terendah secara nasional.

SAWAHLUNTO, METRO–Pemprov Sumbar me­ngapresiasi Kota Sawah­lunto atas keberhasilanya dalam mewujudkan angka kemiskinan paling rendah di Indonesia selama tahun 2021, dengan berikan penghargaan khusus. Penghargaan khusus itu diserahkan Gubernur Sumbar Mahyeldi kepada Wali Kota Sa­wahlunto Deri Asta, Senin (28/3) di Padang dalam kegiatan Musrenbang RK­PD Provinsi Sumbar. Turut menyaksikan penyerahan penghargaan kepada Kota Sawahlunto itu yakni Dirjen Bina Pembangunan Dae­rah Kemendagri Teguh Setya Budi.

Gubernur Sumbar Mah­yeldi menyampaikan, selamat untuk Kota Sawahlunto atas pencapaian penurunan angka kemiskinan tersebut. Menurut Mahyeldi bukan pekerjaan yang mudah untuk mengendalikan angka kemiskinan itu, apalagi pada 2021 masih dalam situasi pandemi C­o­vid-19 yang menyebabkan perlambatan pertumbuhan ekonomi.

“Keberhasilan Sawah­lunto dalam menurunkan angka kemiskinan itu turut berkontribusi dalam merealisasikan visi misi dan program unggulan Pemprov Sumbar. Jadi kami me­ngapresiasi dan berterima kasih pada Sawahlunto,” katanya.

Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan Kota Sawahlunto berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi kota dengan angka kemiskinan paling rendah di Indonesia pada tahun 2021 dengan angka kemiskinan yaitu 2,38 persen.

“Terima kasih Pemprov Sumbar telah mengapresiasi keberhasilan angka kemiskinan paling rendah yang dicapai Sawahlunto dengan penghargaan khu­sus. Kami persembahkan penghargaan ini bagi seluruh masyarakat Sawahlunto dan semua pihak yang telah bekerja bersama dan terlibat dalam menurunkan angka kemiskinan ini,” kata Deri Asta.

Walikota menyebut untuk menjaga keberhasilan penurunan angka kemiskinan itu Pemkot Sawahlunto akan mempertahankan dan meningkatkan kebijakan dan program terkait penanggulangan kemiskinan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sampai pemerintah desa dan kelurahan.

“Memang kunci penurunan kemiskinan di Sa­wahlunto itu adalah keterlibatan semua pihak dan program yang sinkron/sejalan dengan pemerintah pusat dan provinsi juga dengan desa, lurah sampai dusun atau RT/RW. Nah itu yang kita pertahankan dan tingkatkan sekarang se­hingga angka kemiskinan dapat semakin menurun,” ujar Deri Asta.

Walikota mencontohkan, pada pemerintahan desa di Sawahlunto telah diminta agar mengalokasikan APBDes minimal 20 persen untuk kegiatan eko­nomi produktif ma­syarakat yang dapat membantu pe­nanggulangan kemiskinan.

“Kami telah menyampaikan kepada pemerintah desa/kelurahan untuk da­pat mengurangi jumlah penduduk miskin di masing-masing desa itu seti­dak­nya sampai lima orang setiap tahunnya. Semen­tara di tingkat OPD diminta untuk lebih intensif mendampingi dan mendukung pemerintah desa dalam pelaksanaan hal itu,” kata Deri Asta. (pin)