METRO SUMBAR

BPJS Kesehatan Hadir, Bukti Kepedulian Negara Terhadap Kesehatan Warga

0
×

BPJS Kesehatan Hadir, Bukti Kepedulian Negara Terhadap Kesehatan Warga

Sebarkan artikel ini
Wahyu Uliadi Putra.

SIMPANGBENTENG, METRO–Wahyu Uliadi Putra, warga Talawi, Kota Paya­kumbuh, Provinsi Sumatera Barat, mengakui kehadiran BPJS Kesehatan menjadi bukti bahwa Pemerintah sangat peduli terhadap kesehatan warganya.

Bagi warga kurang mampu atau miskin, diba­yarkan negara dengan skema sebagai penerima bantuan iuran. Sehingga, masyarakat bisa berobat kefasilitas kesehatan baik puskesmas maupun ru­mah sakit dengan gratis. Sedangkan untuk masya­rakat yang mampu ma­suk sebagai peserta man­diri.

Wahyu Uliadi Putra, yang biasa disapa Ul, sejak tahun 2010 lalu sudah tergabung dengan program BPJS Kesehatan. Bekerja sebagai pegawai, dirinya dan keluarga sudah tergabung dengan Askes untuk berobat. Seiring berjalannya waktu, Askes telah berubah menjadi BPJS Kesehatan.

Baca Juga  Sah!, Malis Terima SK Kepengurusan DPD PKPS Padang Pariaman dan Kota Pariaman dari DPW Sumbar

“Layanan dan pemeliharaan kesehatan warga melalui BPJS sangat baik untuk warga negara di Indonesia. Kesehatan semua warga dijamin pemerintah melalui premi yang dibayar secara mandiri oleh warga negara. Ini salah satu bukti kepedulian negara akan jaminan kesehatan warganya,” ungkap Ul, ketika berbincang dengan wartawan.

Dirinya mengaku, meski jarang sekali meng­gunakan kartu BPJS Kesehatan, namun pernah berobat dan mendatangi fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan kesehatan. “Alhamdulillah, mudah mudahan selalu dikarunia kesehatan. Dan kami jarang sekali meng­gunakan kartu BPJS Kesehatan, tetapi pernah ada beberapa kali dan pelayanannya sangat baik sekali, tidak dibeda-bedakan mana pasien umum maupun yang pakai BPJS Kesehatan,” ulasnya.

Baca Juga  Promo Berkah Ramadhan di Menara Agung, Honda CB150R Diskon RP 1,6 Juta dan Bonus Aksesoris

Disampaikannya, dengan adanya program BPJS Kesehatan, dirinya melihat animo masyarakat untuk datang berobat kefasilitas kesehatan baik puskesmas maupun rumah sakit, cukup tinggi. Sehingga antrian tidak terelakkan. Ini menunjukkan masyarakat sudah peduli dengan kualitas kesehatan.

“Kami berharap kehadiran program BPJS Kese­hatan dari pemerintah bisa menekan angka warga berobat ke dukun kampung. Karena dengan adanya kartu BPJS Kesehatan, warga gratis berobat kefasilitas kesehatan. Jadi masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir lagi saat mengalami sakit, cukup bawan kartu JKN-KIS, tinggal dilihatkan kepetugas difasilitas kesehatan, langsung dapat pelayanan,” ucapnya. (uus)