METRO SUMBAR

Satu Desa Indonesia Dilaunching

0
×

Satu Desa Indonesia Dilaunching

Sebarkan artikel ini
PUKUL GONG—Wako Genius Umar saat memukul gong saat pembukaan acara.

PARIAMAN, METRO–Wali Kota Pariaman H Genius Umar, kemarin, melaunching satu data desa Indonesia di Desa Kampung Gadang Padusunan, Kecamatan Pariaman Ti­mur. Laun­ching tersebut ditandai dengan pemukulan gong oleh Walikota Pariaman yang disaksikan secara langsung oleh Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora, Camat Pariaman Timur, Muhammad Arif dan Forkopimda Pariaman maupun secara virtual oleh Kementerian Desa, Pemba­ngunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Desa, Bapak Razali, Direktorat Kementerian Kominfo, Dr. Bam­bang Dwianggono.

“Hari ini kita melaunching Satu Data De­sa Indonesia di Desa Kampung Gadang Padusunan sekaligus serah te­rima ja­batan (Sertijab) Kepala Desa Kampung Gadang dari Pj.Kepala Desa yang lama, Al­fian Harun kepada Kepala Desa terpilih,­ Amri Maldi,” ujar  Genius Umar, kemarin.

Katanya, launching satu data desa Indonesia di Desa Kampung Gadang Padusunan ini merupakan kelengkapan integrasi data pertama di Kota Pariaman.  “Kita memadukan dengan sistem Data Geospasial (GIS) atau landscaping de­ngan data-data seperti data bantuan so­sial, data jaminan kesehatan nasional, data DTKS, data pendidikan, dan ber­bagai informasi yang diperlukan,” jelas Genius.

Dikatakannya, data pri­­badi ini menggunakan pasword yang hanya dimiliki oleh personal masing-masing pemilik Nomor Induk Keluarga (NIK). Dalam kesempatan tersebut, Walikota Pariaman juga berdialog melaui zoom meeting dengan Kemendes PDT dan Kemenkominfo. “Direktur e-Government Kemenkominfo mengingatkan kami agar data pribadi warga jangan mudah ditembus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Ini akan kita jaga de­ngan baik, karena kita punya sistem yang terjaga dan dipastikan aman ,” tegasnya.

Genius menambahkan, dengan data yang ada ini kita bisa mengambil data yang te­pat, sehingga informasi yang kita terima sebagai pengambil keputusan dan ke­bijakan publik yang kita ambil bisa tepat sasaran. Ia mencontohkan, semisal kita memiliki program tentang penanggulangan kemiskinan, rumah mana saja yang betul-betul memerlukan program tersebut. Kemudian, untuk program di bidang pendidikan seperti Saga Saja, dengan data ini kita berharap dapat mengetahui masyarakat se­tempat yang betul-betul tidak mampu namun punya keinginan yang kuat untuk kuliah,” terangnya.

Alumni S3 IPB ini targetkan kedepan semua desa di Kota Pariaman mulai me­ngarah kepada data yang telah dilakukan oleh Desa Kampung Gadang ini. “Saya rasa desa-desa lain di Sumbar bahkan di Indonesia juga akan meniru­nya ,” tu­kasnya.

Sementara itu, Pj.Kepala Desa Kampung Gadang Padusunan, Alfian Harun selaku penggagas Satu Data di desa tersebut menjelaskan bahwa, terwujudnya pe­nge­lolaan Satu Data di Desa Kampung Gadang Padusunan yang dike­lola secara digital dan akurat ini bermula dari banyaknya data penduduk yang tidak akurat sehingga menimbulkan masalah terutama dalam pemberian bantuan sosial kepada ma­syarakat yang terdampak pandemi Covid-19 dan bantuan so­sial lainnya. “Desa Kampung Gadang bersama perangkat desa, dimana kami telah melakukan pendataan ke setiap rumah warga secara door to door di­bekali dengan memberikan buku folio dengan mengumpulkan data umum dari ma­syarakat sebanyak 19 variabel dengan meminta fotokopi KK nya,” jelasnya.

“Berkat kerjasama yang baik dari seluruh ma­sya­rakat, pendataan tersebut berhasil kami rampungkan selama 20 hari. Bermodalkan data manual tersebut diatas yang sangat sederhana, saya membahas dan merumuskan dengan semua perangkat desa semua data tersebut harus kita ke­lola secara digital ,” sambungnya.

Alfian menambahkan, sesuai Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, ia memberdayakan sdm yang mempunyai ke­ahlian di bidang IT untuk be­kerjasama dalam mewujudkan Satu Data Desa Indonesia di Desa Kampung Gadang Padusunan ini.

Dengan adanya Satu Data Desa Indonesia di Kampung Gadang kami sudah dapat mengelola data sendiri yang bisa dijadikan sebagai basis perencanaan Pembangunan Desa sebagaimana yang tertuang dalam UU No, 6 tahun 2014 tentang Desa.

Alfian yang juga Inspektur Kota Pariaman ini juga menjelaskan, untuk melengkapi Satu Data Desa Indonesia di Desa Kampung Gadang Padusunan tersebut, maka setiap rumah warga telah ditempelkan papan nomor rumah yang dilengkapi dengan bar code yang berisi data informasi rumah. “Untuk memudahkan me­lakukan monitoring aktifitas di Kantor Desa Kampung Gadang sudah tersedia dan terpasang CCTV yang dapat mendengar dan mengeluarkan suara dan bisa dipantau oleh pihak yang memerlukan seperti Kepala Desa, Camat,  Walikota maupun pihak lainnya,” ulasnya. “Untuk mempercepat sampai­nya informasi kepada masyarakat, kami membentuk WhatsApp Grup (WAG) dimana seluruh nomor WA warga tercatat dan terdaftar dalam data kami,” tandasnya.  (efa)