PADANG, METRO–Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas tertimpa pohon beringin yang ditebangnya di kawasan Koto Kaciak, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu malam (27/3). Insiden itu sontak membuat warga setempat gempar.
Apalagi, kondisi korban sangat mengenaskan. Korban tewas dengam kondisi masih berada di atas pohon dengan kondisi terjepit dengan pohon beringin yang ditebangnya. Bahkan, untuk mengevakuasi korban, membutuhkan waktu cukup lama, lantaran lokasi kejadian berada di perbukitan dengan medan yang terjal dan curam.
Terlebih, evakuasi dilakukan pada malam hari. Petugas gabungan yang tiba di lokasi, berupaya memanjat dan memotong pohon yang menimpa menjepit korban hingga jasad korban berhasil diturunkan. Setelah itu, jasad korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke rumah duka.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) dan Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Sutan Hendra mengatakan, korban bernama Suwarno Daholo (70). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan tersebut oleh salah seorang warga yang kebetulan melintasi kawasan tersebut dan melihat korban terjepit pohon yang ditebangnya.
“Mendapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi. Kami membantu proses evakuasi korban. Diduga korban menebang pohon tidak menggunakan pelindung diri hingga korban tertimpa pohon yang ditebangnya,” ujar Sutan Hendra, Senin (28/3).
Sutan Hendra mengungkapkan, proses evakuasi terhadap Suwarno Daholo berjalan selama dua jam. Pasalnya, untuk mencapai ke lokasi kejadian, petugas harus mendaki perbukitan yang curam dan jalan terjal.
“Lokasi kejadian berada di atas perbukitan, kemudian kendala lain adalah minimnya penerangan di sana. Saat berhasil dievakuasi, jasad Suwarno langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Padang Selatan Kompol Purwanto membenarkan seorang lansia ditemukan tewas tersangkut di atas sebuah pohon beringin di Jalan Koto Kaciak, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.
“Korban bernama Suwarno yang berusia lebih kurang 70 tahun, warga Kelurahan Mata Air juga. Dia ditemukan pertama kali oleh warga sekitar pukul 19.00 WIB. Korban sebelumnya memang diminta untuk menebang kayu oleh pemilik ladang,”ujar Purwanto.
Dikatakannya, biasanya korban sudah pulang sore hari menjelang maghrib. Namun karena sudah magrib korban belum pulang, maka saksi pergi ke tempat korban menebang pohon untuk memastikan kondisi korban.
“Tiba di situ, korban tidak ketemu. Cuman, dilihat di tempat dia menebang kayu, ada ceceran darah. Disenter ke atas, rupanya ada korban terjepit di kayu. Posisinya sekitar 20 meter dari atas tanah,” sebutnya.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung ke tempat kejadian perkara. Pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk mengevakuasi korban.
“Korban diturunkan dari pohon beringin sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum. Setelah itu, korban diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas Purwanto. (rom)





