METRO PADANG

PD PIRA Sumbar dan Kabupaten-Kota Dilantik, Sumarjati: Negara Sejahtera, Jujur dan Hapus KKN Kuncinya

0
×

PD PIRA Sumbar dan Kabupaten-Kota Dilantik, Sumarjati: Negara Sejahtera, Jujur dan Hapus KKN Kuncinya

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN PATAKA— Ketua PD PIRA Sumbar Nurul Anastasia menerima bendera pataka dari Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Sumarjati Arjoso yang melantik Ketua PD PIRA Sumbar Nurul Anastasia dan pengurus lainnya, Jumat (25/3) di Hotel Truntum Padang. Selanjutnya, pengurus PC PIRA Kabupaten dan Kota juga dilantik Ketua PD PIRA Sumbar di lokasi yang sama.

BELAKANG TANGSI, METRO–Ketua Umum PP Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Sumarjati Arjoso melantik Ketua PD PIRA Sumbar Nurul Anastasia dan pengurus lainnya, Jumat (25/3) di Hotel Truntum Padang. Selan­jut­nya, pengurus PC PIRA Kabupaten dan Kota juga dilantik Ketua PD PIRA Sumbar di lokasi yang sama.

Turut hadir dalam pelantikan itu, anggota Dewan Pembina Partai Ge­rindra Syuir Syam, Ade Rizki Pratama, Ketua DPD Gerindra Sumbar Andre Rosiade, Anggota Dewan Penasehat PD PIRASumbar, Wartawati Nasrul Abit, Elly Suir Syam dan Emilia Supardi. Dari PP PIRA juga hadir Edriana Nurdin dan Endang S.

Sumarjati Arjoso da­lam pidatonya yang berjudul “Menuju Pemilu 2024, Afirmasi Perempuan Politik PIRA Mengutamakan Kualitas dan Integritas” menyebutkan, dari Pemilu ke Pemilu, terjadi penurunan partisipasi pemilih. Pada Pemilu Legislatif (Pileg) 1999 yang memberikan sua­ra mencapai 92,6 persen, 2004 (84,1%), 2009 (70,­99%), 2014 (75,11) dan 2019 (71,7).

 “Partisipasi pemilih semakin menurun, perlu pendidikan politik yang sehat untuk menumbuhkan partisipasi rakyat. Pemilu 2019, juga membawa luka karena 894 petugas yang meninggal dan 5.175 menderita sakit serta hiruk pikuk tuntutan di MK. Tentunya hal ini harus dicermati se­mua,­­” kata Sumarjati yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini.

 Tahun 2024, katanya, Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu, berupa Pileg dan Pilper serta Pilkada atas dasar Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu. “KPU su­dah menetapkan Pemilu 2024 diselenggarakan pada 14 Februari dan Pilkada serentak 2024 pada 27 November. Dan sudah disepakti Bersama pemerintah,” katanya.

 Pada Pileg 2024, katanya, KPU mengajukan anggaran Rp86 triliun dan untuk Pilkada Rp26 triliun. Padahal anggaran Pileg 2014 hanya sekitar Rp15,6 triliun. Kemudian Pemilu 2019 naik menjadi Rp25,5 triliun. Sehingga jika KPU mengajukan Rp.86 triliun di 2024 kenaikan terlalu fantastis.

Baca Juga  Sebelum Dipindahkan ke Rutan, 59 Tahanan Kejari Negatif Covid-19

 “Apakah anggaran yang­ tinggi menjamin kualitas Pemilu dan menjamin terpilihnya pemimpin atau wakil Rakyat yang berkualitas? Apakah juga menjamin suara rakyat selamat sampai pusat? Apakah dapat menjamin penyelenggaraan yang Jurdil (jujur dan adil) dan bebas dari Politik uang? Apakah dapat menjamin penyelenggaraan di tingkat bawah tidak menjadi korban meninggal dan sakit karena kelelahan  Belum tentu,” katanya.

 Sumarjati Arjoso menegaskan, PIRA memiliki peran dalam melawan ke­tidak­­setaraan gender itu. Apalagi, presentasi perempuan di legislative belum sesuai target. Sehingga belum mewakili suara perempuan dalam pembuatan kebijakan di seluruh sektor pembangunan. “ Sejauh ini hanya memenuhi kouta caleg yang ditentukan Undang Undang tapi tidak menjadi anggota de­wan,” katanya.

 Akibat kesenjangan ini, katanya, perempuan se­ring menjadi objek tanpa pelindungan terjadi kekerasan seksual, perdagangan orang tindakan brutal. “Kesenjangan gender ha­rus dilawan dan diperjuangkan untuk tercapainya kesetaraan gender perempuan parlemen harus memahami dan selalu me­ngawal program dan anggaran berbasis gender,” katanya.

 Sumarjati menyebut, untuk bersaing dalam politik, perempuan harus berperan mementingkan kualitas dan integritas. Menunjukkan mampu bersaing dengan laki-laki secara kualitas maupun kuantitas. “Jujur, tidak korupsi, ber­te­kad berpartisipasi untuk tercapainya good governance atau pemerintah yang bersih dan baik harus dilakukan. Posisi di politik harus disertai integritas, bukankutu loncat. Karena kuota perempuan bukan sekadar asal dicalonkan atau asal terpilih,” katanya.

 Dia menegaskan, penting mempunyai kemampuan menguasai perma­salahan, mengemukakan pendapat, bertindak untuk mengatasi masalah mampu untuk  public speaking atau berbicara di tempat umum dengan baik. “Kami minta perempuan, utamanya anggota PIRA belajar meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sehingga berperan sejajar dengan laki-laki,” katanya.

 Sumarjati menyebutkan, pendidikan politik yang sehat dan luas men­do­rong pemahaman ma­sya­rakat untuk terselenggaranya Pemilu yang de­mo­kratis Jurdil untuk mencapai misi yang dipikirkan para pendiri bangsa. “Untuk tercapainya kesejahte­raan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, jujur dan hapuskan KKN (korupsi kolusi dan nepotisme)  adalah kuncinya,” katanya.

Baca Juga  Transformasi Sampah Menjadi Energi, PT Semen Padang-Pemerintah Daerah Gelar Rakor Pengelolaan Sampah

 Ketua PD PIRA Sumbar Nurul Anastasia me­nye­butkan,  PIRA merupakan organisasi sayap perempuan Gerindra, dituntut berpartisipasi dalam upaya peningkatan kesejah­teraan masyarakatdalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari ekonomi kerakyatan, pendidikan, budaya, dan kesehatan demi kemandirian bangsa. Partisipasi yang diberikan jangan sampai setengah hati atau sekadarnya saja. Bersama Gerindra, PIRA menjalankan misi mulia, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai PIRA kita me­nya­dari bahwa perempuan Indonesia adalah potensi. Mampu berperan strategis di tengah segala kondisi masyarakat. Sejarah mem­buktikan, di saat kritis, se­ringkali perempuan memiliki ketangguhan dan inisiatif untuk bangkit menopang keluarga dan akhirnya menyelamatkan ma­sya­rakat di lingkungannya. Langkah mereka tercatat telah berkali-kali berhasil memperbaiki kondisi sosial, budaya dan perekonomian, baik di tingkat perdesaan maupun perkotaan,” katanya.

 Nurul Anastasia mengatakan,  bersama pengurus menerima menjalankan amanah ini secara bersama, agar yang berat menjadi ringan dan yang ringan menjadi mudah. “Mohon doa dan dukungan semua untuk mengemban amanah ini,” kata Nurul Anastasia yang akan bekerja dengan Sekretaris PIRA Sumbar Nurhaida, Bendahara Reni Kurniawati dan pengurus lainnya.

Sementara itu Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar Andre Rosiade menyebutkan, PIRA berperan da­lam membantu Partai Gerindra lebih menyentuh ma­sya­rakat umum. Karena be­ranggotakan perempuan-perempuan yang hebat dalam mengelola rumah tangga sampai dengan masyarakat umum. Peran PIRA sangat dibutuhkan oleh partai.

 “Terima kasih kepada  Ketum PP PIRA Ibu Sumarjati Arsojo yang telah me­lantik pengurus PIRA Sumbar.  Semoga semua yang dilantik mampu memberikan kontribusi positif terhadap lebih besarnya Partai Gerindra pada Pemilu Legislatif 2024,” kata Anggota Komisi VI DPR RI itu. (r)