METRO PADANG

Menyambut Ramadhan di Kota Padang, Ziarah Kubur, Malamang, Manjalang Mintuo, Tradisi yang masih Lestari

0
×

Menyambut Ramadhan di Kota Padang, Ziarah Kubur, Malamang, Manjalang Mintuo, Tradisi yang masih Lestari

Sebarkan artikel ini
TRADISI ZIARAH KUBUR— Ziarah kubur menjadi salah satu tradisi yang masih dilakukan warga Kota Padang saat menyambut bulan suci Ramadhan, Minggu (27/3), banyak warga yang mendatangi makam keluarga mereka di TPU Jirek, Se.Pambayam, Kecamatan Padang Selatan. Selain membersihkan makam, mereka juga menabauri makam dengan bunga dan berdoa.

JIREK, METRO–Pagi itu, Minggu (27/3), Ujang bersama tiga anak dan istrinya bersiap berangkat menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jirek Padang, Seb Pambayan. Sepekan jelang Ramadhan 1443 Hijriah, Ujang dan keluarga sudah meren­ca­nakan untuk ziarah ke pusaro (makam) keluarga kerabat yang sudah lebih dulu menghadap Allah SWT.

Sudah 10 tahun terakhir tradisi ziarah kubur dilakukan Ujang. Ia selalu mengajak anak-anaknya agar mereka tak melu­pa­kan keluarga dan ingat ma­kam keluarga, karib ke­rabat yang sudah me­ning­gal dunia.

Tak lupa Ujang membawa kembang, bunga melati, pengharum serta membawa cangkul kecil dari rumah. Tiba di TPU Jirek yang merupakan salah satu pemakaman terbesar di Pa­dang, suasananya ramai oleh warga yang juga berziarah.

“Ini sudah rutin kami lakukan. Setiap tahun, men­jelang masuk Rama­dhan, ziarah kubur pasti dilakukan. Jika tak pergi ke pusaro, rasanya ada yang kurang,” ungkap Ujang, kemarin.

Di TPU, biasanya Ujang membersihkan rerumputan yang tumbuh di tanah kuburan orang tuanya. Tak lupa ia pun menaburkan kembang dan mengajak anggota keluarganya berdoa.

Ia tak kuasa menahan air mata teringat kenangan saat orang tua masih hidup dan bisa melaksanakan Ramadhan bersama. Kini yang bisa dilakukan hanya ziarah ke makam orang tua paling kurang sekali setahun.

“Selain mendoakan orang tua, ziarah ini adalah kewajiban kita sebagai anak. Melihat kondisi ma­kam, apakah ada yang rusak, rumput sudah tinggi atau tidak, semua dibersihkan,” imbuhnya.

Bagi warga Kota Pa­dang, ziarah kubur menjadi tradisi rutin yang dilakukan sebagai salah satu cara menyambut Rama­dhan. Karena itu sepekan menjelang Ramadhan pemakaman umum yang ada di Padang ramai dikunjungi peziarah yaitu TPU Jirek atau IKPS, Tunggul Hitam dan TPU Air Dingin.

Tradisi ini juga menjadi ber­kah bagi pedagang kem­­bang karena para pe­zia­rah lazimnya akan menabur bunga di atas ma­kam.

Malamang

Selain ziarah kubur, lain lagi dengan yang dilakukan warga Kecamatan Pauh. Malamang atau membuat lamang menjadi tradisi menyambut Ramadhan. Lamang yang telah dimasak tersebut kemudian diantar ke rumah saudara atau jadi bawaan dalam prosesi manjalang mintuo.

Biasanya memasak pe­nga­nan yang terbuat dari beras ketan itu dilakukan sepekan hingga sehari men­jelang masuknya bulan Ramadhan.

Proses pembuatan lamang dimulai dari mencuci sipuluik atau beras ketan, kemudian dikeringkan, lalu dimasukkan ke dalam bambu sepanjang 60 centimeter yang sebelumnya telah diberi alas daun pi­sang muda.

Setelah itu diberi santan, garam dan vanila secu­kup­nya kemudian dimasak menggunakan kayu bakar. Proses membuat lemang hingga masak atau matang bisa memakan waktu sekitar lima jam dengan api kecil.

Lamang yang sedang dibuat ini ada tiga rasa, yaitu rasa pisang, ketan, dan lamang galamai yang terbuat dari tepung beras. Lamang kemudian dibawa sebagai buah tangan ke rumah mertua oleh menantu.

Manjalang mintuo men­jadi agenda wajib bagi war­ga Padang karena me­ru­pakan sarana silaturahmi dengan keluarga.

Manjalang mintuo men­­jadi agenda wajib bagi war­ga Padang karena me­ru­­­pakan sarana silaturah­mi dengan keluarga mer­tua sekaligus me­min­ta maaf menjelang Rama­dhan.

Memasak Rendang

Selain itu, memasak menu istimewa yaitu rendang juga menjadi tradisi rutin bagi warga Padang dalam menyambut Rama­dhan. Bagi Nurlina, warga Padang, rendang daging sapi adalah menu wajib yang harus dihidangkan untuk menyambut hari per­tama bulan Ramadhan.

“Ada yang kurang jika puasa pertama tidak ada rendang di meja makan untuk santap sahur dan berbuka,” ujarnya. (ade)