BERITA UTAMA

Bus Rombongan Mahasiswa UNP Rebah Kuda di Gasan Ka­ciak, Bawa 25 Penumpang, Satu Orang Dirujuk ke RS

0
×

Bus Rombongan Mahasiswa UNP Rebah Kuda di Gasan Ka­ciak, Bawa 25 Penumpang, Satu Orang Dirujuk ke RS

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Polisi melakukan olah TKP kecelakaan bus yang mengangkut rombongan mahasiswa UNP di Gasan Kaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Jumat (25/3) sekitar pukul 10.50 WIB.

AGAM, METRO–Satu unit bus yang mengangkut rombongan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) mengalami kecelakaan tunggal di jalan linta Padang-Lubuk Basung tepatnya di Gasan Ka­ciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mu­tiara, Kabupaten Agam, Jumat (25/3) sekitar pu­kul 10.50 WIB.

Akibat kejadian ter­sebut, satu orang dosen pembimbing dilaporkan ha­rus di larikan ke ru­mah sakit umum daerah (RSUD) Lubuk Basung lantaran mendapatkan lu­ka serius, sedangkan yang lainnya hanya menda­pa­t­kan luka ringan dan men­dapatkan perwatan di Pus­kesmas terdekat.

Diketahui, bus yang berisikan 25 orang penum­pang yang hendak kuliah kerja lapangan (KKL). Kon­disi bus usai kecelakaan cukup parah, masuk jurang sedalam dua meter, rebah kuda hingga tabrak tiang listrik.

Selain itu terlihat usai kejadian, sejumlah maha­siswa yang selamat dari insiden kecelakaan dikum­pulkan di teras rumah warga. Untuk kondisi bus ru­s­ak parah di bagian de­pan usai menabrak tiang listrik. Posisi bus berada di halaman rumah warga de­ngan kondisi rebah kuda.

“Bus itu membawa ma­ha­siswa Universitas Ne­geri Padang (UNP) jurusan Geografi, yang mau mela­kukan kuliah kerja lapa­ngan (KKL) di daerah Pa­saman Barat,”ujar Ayu (29), salah seorang saksi di la­pangan.

Baca Juga  Dituntut 10 Tahun Penjara, Kakak Beradik Habisi Korban Pakai Balok Kayu

Dikatakannya, bus yang membawa rombo­ngan ma­hasiswa itu, perta­ma kali menabrak bensin ketengan lalu tabrak tiang listrik hing­ga kabel disitu rusak.

“Saya tidak tau, mobil itu kenapa, tapi saat kece­lakaan tidak ada lawan dari bus tersebut. Saat ini, un­tuk para korban sudah di­ba­wa ke klinik terdekat yang ada di Tiku Selatan, Kabupaten Agam, katanya.

Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Apriman Sural mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi lantaran diduga sang sopir bernama Roni (38) yang tidak kuasa mengendalikan laju ken­daraan hingga terguling ke jurang sedalam 2 meter.

“Diduga bus pariwisata Mitsubishi Cunter berplat nomor BA 7034 WU melaju dengan kencang, dan saat di lokasi hilang kendali hingga terguling dan rebah kuda di jurang sedalam dua meter,”ujar Apriman.

Dikatakannya, bus tersebut berasal dari kota Padang hendak menuju Kabupaten Pasaman Barat untuk mengadakan salah satu kegiatan kampus.

“Para penumpang me­ru­pakan mahasiswa UNP yang hendak menuju Pasa­man Barat, itu informasi yang kami terima. Penum­pang bus sendiri ada lebih kurang 25 orang termasuk dosen, dan mengalami lu­ka-luka. Para korban yang mengalami luka-luka su­dah dibawa ke Puskesmas Tiku,” jelas Apriman Sural.

Baca Juga  Rida K Liamsi Kalah Lawan Riau Pos Grup

Terpisah, Dekan Fakul­tas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Padang, Siti Fatimah membenarkan adanya kecelakaan bus Pariwisata di Jalan Lintas Padang – Pasaman di Ga­san Ketek, Kecamatan Tan­jung Mutiara, Kabupaten Agam, Jumat (25/3).

Dalam kecelakaan dise­butkan Siti Fatimah, bus berisi 25 mahasiswa dan dosen jurusan Geografi. Rombongan ini tengah me­nuju Kabupaten Pasaman Barat untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

“Rombongan bertolak dari kampus di Padang untuk menuju Kabupaten Pasaman Barat. Mereka akan melaksanakan KKL untuk kegiatan pemetaan menggunakan sistem in­formasi Geografi,”kata Siti Fatimah.

Nantinya, pada KKL tersebut para mahasiswa akan melakukan pemetaan kebencanaan yang diminta oleh Pemerintah Kabu­pa­ten Pasaman Barat. Seperti pemetaan bencana, air bersih, sekolah dan lain sebagainya.

Dalam kecelakaan ter­sebut disampaikan Siti Fati­mah, seluruh mahasiswa tidak ada yang mengalami luka serius. Hanya saja, ada satu dosen Geografi yang harus dirujuk ke RSUD Lubuk Basung.

“Untuk seluruh ma­ha­siswa, memang ada yang luka-luka. Hanya saja tidak ada yang luka serius. Na­mun, ada satu dosen yang harus dirujuk ke RSUD Lu­buk Basung,” katanya. (pry)