SOLOK/SOLSEL

Kota Solok Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Kini Berbagai Bentuk Usaha Kreatif mulai Tumbuh

0
×

Kota Solok Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Kini Berbagai Bentuk Usaha Kreatif mulai Tumbuh

Sebarkan artikel ini
SIRIH CARANO--Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra disambut dengan sirih dalam carano ketika menghadiri suatu kegiatan.

SOLOK, METRO–Kota Solok memang terbilang kota kecil dengan pembagian wilayah yang terdiri dari 2 kecamatan dan 13 kelurahan. Bagi daerah sekitar, Kota Solok sejak dulunya lebih berperan sebagai kota penyangga di sektor perekonomian. Bahkan dalam perkemba­ngannya, Kota Solok dari masa ke masa sepertinya lebih berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa.

Menyigi perkemba­ng­an Kota Solok yang tumbuh sebagai kota perdagangan dan jasa, banyak pihak menyadari betul bahwa kondisi tersebut merupakan sebuah potensi dae­rah yang harus dikembangkan. Dan tidak salah kiranya kalau Pemerintahan Kota (Pemko) Solok bersama DPRD setempat menetapkan arah pembangunan Kota Solok ke arah kota perdagangan dan jasa.

Ketika berbincang-bincang dengan Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra terkait perkem­bangan Kota Solok kedepan, daerah yang dikenal dan digadang-gadangkan karena letaknya yang stra­tegis secara geografis. Dan diharapkan akan mam­pu tumbuh sebagai kawasan usaha kreatif dan industri kerajinan ma­sya­rakat sebagai kekuatan ekonomi masyarakat dan daerah.

Peluang tersebut me­nurutnya perlu diciptakan sehingga masyarakat Kota Solok ke depan tidak saja menjadi penonton, akan tetapi akan menjadi pelaku usaha ketika menyongsong perkembangan dan pertumbuhan Kota Solok sebagai kota perdagangan dan jasa seperti yang diharapkan. “Dalam mewujudkan impian tersebut, tuntutan kreativitas ma­syarakat dengan memanfaatkan peluang yang ada menjadi sebuah keharusan,” ujar Ramadhani.

Ramadhani berkeinginan besar agar ma­sya­rakat dan generasi muda di Kota Solok mampu mem­buka lapangan usaha dan menciptakan lapa­ng­an pekerjaan bagi orang lain sesuai dengan keah­lian dan keterampilan yang dimiliki. Namun dirinya menyadari memang tidak mu­dah merobah pola pikir masyarakat yang cendrung mengharapkan be­kerja pada instansi peme­rintah yang peluangnya sangat kecil dengan persaingan yang sangat ketat.

Dengan menciptakan peluang tumbuhnya pelaku usaha dan industri kerajinan masyarakat di Kota Solok, paling tidak menurutnya persoalan pengangguran di tengah-tengah masyarakat karena sangat terbatasnya lapangan pekerjaan seperti yang terjadi selama ini dapat ditekan. Terkait persoalan pengangguran, pemerintah oleh banyak pihak memang selalu dituntut mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya. Dikatakan Rahmadhani, sedikit memaparkan, konsep yang jelas untuk mendongkrak perekonomian ma­syarakat dan daerah perlu diciptakan.

Sehingga program pem­bangunan ekonomi masyarakat di Kota Solok benar-benar lebih terarah dan terukur serta memihak kepada masyarakat itu sendiri. Dan untuk mendorong tumbuhnya Kota Solok sebagai kawasan usaha kreatif dan industri kerajinan masyarakat, pemerintah daerah juga harus mam­pu mendorong melalui program yang akan dilahirkan dan salah satunya dalam bentuk penguatan permodalan bagi masya­rakat pelaku usaha.

Sebetulnya di Kota Solok sendiri telah tumbuh berbagai bentuk usaha kreatif masyarakat dan industri kerajinan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Mulai dari kerajinan masyarakat berupa usaha memproduksi ber­bagai jenis makan ringan hingga kerajian masya­rakat memproduksi barang jadi seperti kerajinan me­nyulam yang merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kota Solok, sangat menjanjikan secara ekonomis.

Selain sektor perdagangan dan jasa yang terus berkembang di Kota Solok, sector pertanian sebutulnya juga cukup menjanjikan. Namun selama ini sector pertanian bagi ma­syarakat masih diangap sebagai pekerjaan turun temurun sehingga tidak mendatangkan nilai ekonomis lebih bagi masyarakat petani itu sendiri. Pada umumnya masyarakat pe­tani masih menjual hasil pertaniannya dalam bentuk bahan mentah, dalam artian tidak dalam bentuk kemasan tertentu yang dapat mendatangkan keuntungan lebih.

“Dengan kondisi tersebut yang menikmati keuntungan lebih hanya pihak lain. Sedangkan beras yang dihasilkan di Kota Solok ini sudah ternama dan mempunyai nilai jual lebih dipasaran,” ujar Rama­dhani.

Keinginan meujudkan Kota Solok sebagai kawasan sentral tumbuhnya usaha  kreatif masyarakat dan industri kerajian ma­syarakat bagi sebagian o­rang mungkin dinilai sebagai suatu keinginan yang terlalu berlebihan dan akan sulit menjadi kenyataan. Namun bagi Rahmadhani melihat berbagai peluang yang ada dan dengan ada­nya kemauan yang besar, keinginan tersebut bukan sekedar suatu hal yang mustahil dilakukan dan diujudkan.

Keinginan tumbuhnya usaha kreatif masyarakat dan industri kerajinan ma­syarakat di Kota Solok se­perti yang diungkapkannya, diyakini juga akan menjadikan Kota Solok sebagai daerah penyangga bagi daerah sekitarnya seperti daerah Kabupaten Solok. Daerah Kabupaten Solok yang memiliki potensi alam lebih di sektor pariwisata, secara langsung juga membuka peluang bagi Kota Solok sebagai penyedia jasa. (vko)