CENGKEH, METRO–Kampung Pancasila kini hadir di Kelurahan Cengkeh, Kecamatan Lubuk Begalung, (Lubeg) Kota Padang.
Pencanangan Kampung Pancasila dilaksanakan oleh Dandim 0312/Padang, yang diwakili oleh Perwira Seksi Logistik (Pasi Log) Kapt Inf Irsyad, Kamis (24/3) di halaman Masjid Al Ikhlas, Kelurahan Cengkeh.
Pasi Log Kodim 0312/Padang, Kapt Inf Irsyad mengatakan, pencanangan Kampung Pancasila hari ini, ada di dua lokasi, yakni di Kelurahan Cengkeh Kecamatan Lubeg dan di Kecamatan Pauh.
Irsyad menegaskan, meski dicanangkan, namun jangan sampai muncul stigma warga Kelurahan Cengkeh ini dianggap tidak Pancasila. “Jangan sampai ada stigma di kampung ini tidak Pancasila. Itu sangat sensitive,” tegasnya.
Kegiatan Kampung Pancasila ini sebenarnya programnya sama dengan program Kampung Tangguh. Di mana Kampung Pancasila ini diresmikan di seluruh Indonesia. “Kampung Pancasila hadir di setiap kecamatan oleh Koramil. Di sini, Koramil 04 mewadahi dua kecamatan, yakni Kecamatan Lubeg dan Lubuk Kilangan (Luki),” ungkapnya.
Hadirnya Kampung Pancasila ini, untuk mengatasi masalah pengaruh negatif yang dialami generasi muda saat ini. “Kita ingatkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus,” ajaknya.
Melalui Kampung Pancasila, akan dilaksanakan berbagai kegiatan yang mengandung nilai-nilai Pancasila. Seperti ada kegiatan gotong royong (goro), olahraga, perlombaan dan lainnya.
“Sekarang kondisinya, jika ada kegiatan goro, warga yang tidak goro karena kesibukan kerja cukup kasih sumbangan Rp50 ribu. Dampaknya sama tetangga saja tidak kenal karena kesibukan bekerja pagi siang malam. Dengan goro kita saling mengenal,” ucapnya.
Irsyad juga menambahkan, pemuda sebagai generasi penerus bangsa melalui hadirnya Kampung Pancasila inidapat saling mengingatkan dan saling memberi. “Sehingga tidak ada yang tidak tahu dan tidak ada yang tidak saling kenal,” harapnya.
Sementara, Danramil 04/Luki dan Lubeg, Kapt Inf Amri mengatakan, Kampung Pancasila di Kelurahan Cengkeh ini merupakan binaan Kodim 0312/Padang.
Dengan hadirnya Kampung Pancasila, dapat mempererat hubungan silaturahmi masyarakat dan menjaga lingkungan agar generasi muda tidak terjerumus ke arah perbuatan negatif. “Kita bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan yang bersifat positif, seperti goro dan olahraga bersama,” harapnya.
Camat Luki, Elfian Putra Ifadi menyambut gembira adanya wadah dari Koramil 04/Luki dan Lubeg, berupa Kampung Pancasila ini. “Dengan adanya Kampung Pancasila ini bukan berarti kampung kita bukan Pancasila. Kampung Pancasila ini hadir untuk lebih memviralkan dan menyemarakkan nilai Pancasila melalui berbagai agenda. Seperti, perlombaan, penyuluhan wawasan kebangsaan, goro, olahraga, seni dan musik,” harapnya.
Elfian mengajak warga secara bersama-sama mengawal agar dapat mencegah pengaruh buruk dan dampak negatif yang meracuni generasi muda. Diungkapkannya, di Kota Padang saat ini gejala berkembangnya LGBT sangat memprihatinkan. Bahkan disinyalir komunitas ini akan membuat sebuah wadah mengorganisir diri jadi komunitas LGBT Kota Padang. Dan ini sudah akan diproklamirkan,” ungkapnya.
Komunitas ini terdiri dari beragam kalangan. Ada oknum mahasiswa, ada oknum pegawai dan karyawan bank dan lainnya. Bahkan, ada oknum Uda-uni Kota Padang yang bekerja di Belanda memfasilitasi berdirinya Komunitas LGBT Kota Padang.
Tidak hanya LGBT, pengaruh negatif lainnya yang menjadi masalah sosial di Kota Padang berupa kasus kekerasan seksual pada anak dan remaja, prilaku sek bebas dan menyimpang, narkoba. Belum lagi dampak dari pandemi Covid-19. “Ini jadi perhatian kita bersama untuk mengatasinya,” ungkapnya.
Semua pengaruh negatif ini disebabkan karena dampak dari pengaruh informasi dari tekhnologi informasi melalui handphone. “Termasuk dampak dari belajar daring anak anak yang melihat situs tidak pantas melalui internet,” terangnya.
Dengan semakin membaiknya situasi pandemi Covid-19 saat ini, Pemko Padang kini berupaya membangkitkan lagi ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
“Kita skedul ulang kembali kegiatan sosial kemasyarakatan. Termasuk MTQ tingkat kecamatan dan kota. Dengan semakin banyaknya aktivitas positif generasi muda, maka mereka akan terhindar dari aktivitas negative tersebut,” harapnya.
Kapolsek Luki, Kompol Lija Nesmon mengatakan, di kepolisiam ada program Kampung Tangguh (Tageh). Yakni kampung yang tangguh di bidang pendidikan, perekonomian dan pangan. “Semuanya tangguh. Siap tangguh tidak kekurangan,” ungkapnya.
Hadirnya Kampung Pancasila ini diharapkan dapat melahirkan kegiatan yang positif dan dapat mengurangi dan menekan angka kriminal. “Kita sangat prihatin dengan kondisi generasi penerus saat ini. Kami sangat membutuhkan peran masyarakat dengan keterbatasan personil kita saat ini. Di mana dari tujuh kelurahan, personil kita hanya 43 personil,” ungkapnya.
Diungkapkannya, kondisi anak-anak di Kota Padang sekarang ini sangat brutal. Hal ini terlihat pada aksi tawuran yang sering terjadi. Di mana mereka yang terlibat tawuran membawa senjata tajam. Bahkan sampai ada yang sampai meninggal.
“Anak-anak kita sampai ada yang ingin membunuh saat tawuran. Ini terjadi karena imbas kurangnya kegiatan yang mereka lakukan. Dulu banyak kegiatan positif. Sekarang mereka asyik dengan kemajuan tekhnologi melihat dunia. Dengan pembangunan yang pesat banyak yang positif. Namun, negatifnya juga banyak. Peran ninik mamak tokoh masyarakat, cadiak pandai untuk mengawasi generasi muda kita,” harapnya.
Selain pengaruh negative terhadap prilaku generasi muda, masalah yang dihadapi anak-anak sekarang, kurangnya pengetahuan mereka tentang nilai pancasila. Banyak juga anak-anak yang tidak hafal Pancasila. Entah salah siapa ini. Dulu kita hafal UUD 1945 dan Pancasila, setiap pagi di sekolah dihafal,” ungkapnya.
Hadir pada kesempatan pencanangan Kampung Pancasila tersebut,
Camat Luki dan Lubeg, Kapolsek Lubeg dan Luki, Kepala KUA Kecamatan Lubeg, Kepala Puskesmas Luki, Ketua KAN Kecamatan Lubeg, lurah, LPM Kecamatan Luki dan Lubeg.(fan)






