AIA PACAH, METRO–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mengungkapkan, hingga Maret ini, sebanyak 46.700 anak suai 6 hingga 11 tahun sudah divaksin, dari sasraan target 88.300 anak. Capaian ini dinilai bagus, karena tingkat kesadaran orang tua untuk mengizinkan anaknya untuk divaksin Covid-19 makin meningkat,
“Sudah 46.700 anak divaksin untuk dosis 1. Artinya, masih ada 41.630 anak lagi yang belum divaksin. Mudah-mudahan angka ini terus naik, seiring dengan tingginya tingkat kesadaran orang tua bahwa vaksin itu untuk meningkatkan imun tubuh dan mencapai herd immunity nanti di sekolah,” ulas Kepala Dinkes Kota Padang dr. Srikurnia Yati, Selasa (22/3).
Ia mengatakan, Dinkes terus berusaha ajak para orang tua untuk mengizinkan anaknya mau divaksin. Tidak perlu takut, karena sampai saat ini tidak ditemukan kasus pada anak yang telah disuntik.
“Ayo segera ke Puskesmas dampingi anak agar mau disuntik vaksin,” sebutnya.
Dijelaskan, untuk vaksin dosis 2 bagi anak usia 6 hingga 11 Tahun telah diangka 14 persen atau berjumlah 12.364. Sasarannya sama dengan dosis I. Bagi anak yang telah divaksin pertama.
Ia menyampaikan, dalam pelaksanaan di lapangan kendala yang dihadapi Dinkes tidak ada. Hanya saja sebagian wali murid tidak memberi izin anak-anaknya disuntik vaksin. “Kita tidak bisa memaksakan agar anak disuntik. Semuanya harus izin dari orang tua. Jika sudah ada surat izin, barulah vaksinasi diberikan,” ulasnya.
Hingga kini Dinkes Padang terus memberikan edukasi kepada warga soal vaksinasi pada anak usia 6 – 11 Tahun di seluruh Puskesmas dan juga di sekolah. Hal ini agar orang tua paham, mengerti serta keraguannya untuk mevaksin anak hilang.
“Sosialisasi dengan melibatkan semua pihak tidak pernah berhenti digelar Dinkes. Kita berharap wali murid yang punya anak usia 6 sampai 11 tahun mau divaksin,” paparnya.
Menurutnya, dengan divaksin penularan virus dapat dicegah dan imun tubuh bertambah. Jika mengalami hal yang tidak diinginkan pada anak, Dinkes siap berikan penanganan dan pertolongan.
Di sisi lain, dr. Srikurnia Yati, juga mengatakan, pengawasan prokes di lingkungan mesti dilakukan bersama. Apalagi bulan suci Ramadhan tidak lama lagi akan tiba. “Akan ada kegiatan Pesantren Ramadhan yang dilakukan anak-anak kita di masjid dan mushalla nanti. Kita ingatkan lagi tetap patuhi prokes, jika kondisi tubuh tidak sehat, flu, demam, jangan paksakan ikut kegiatan karena bisa membahayakan peserta pesantren lainnya,” imbuhnya. (ade)





