BERITA UTAMA

Perayaan HUT ke-112, Semen Padang Gelar Syukuran secara Sederhana

0
×

Perayaan HUT ke-112, Semen Padang Gelar Syukuran secara Sederhana

Sebarkan artikel ini
BANTUAN TALI ASIH— Plt.Dirut PT. Semen Padang Asri Mukhtar (kanan) bersama Direktur Keuangan, Tubagus M Dharury (paling kiri) menyerahkan tali asih pada perwakilan 4 panti asuhan pada Syukuran HUT ke-112, Jumat (18/3).

PADANG, METRO–PT Semen Padang kini berulang tahun ke-112. Memaknai hari ulang tahun tersebut, PT Semen Pa­dang mengusung tema “Rise Stronger”, sebagai bentuk optimisme siap bangkit dan menjadi lebih kuat lagi.

Pada momen puncak HUT ke-112 PT Semen Pa­dang, Plt Direktur Utama PT Semen Padang Asri Mukhtar mengatakan selama 112 tahun perjalanannya, PT Semen Padang telah mengalami berbagai periode pasang surut. Tentunya dalam menghadapi tantangan tidaklah mudah, jatuh bangun untuk tetap mempertahankan eksistensinya.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh insan perusahaan untuk bangkit dan menjadi lebih kuat lagi dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan yang ada di industri persemenan saat ini,” kata Asri Mukhtar dalam sambutan Syukuran HUT ke-112 PT Semen Padang yang digelar virtual melalui aplikasi Zoom, Jumat, (18/3).

Syukuran HUT perusahaan semen di Kota Padang itu turut dihadiri secara virtual oleh Dewan Komisaris PT Semen Padang, Direktur Keuangan PT Semen Padang, Tubagus Muhammad Dharury, serta sejumlah staf pimpinan dan ratusan karyawan PT Semen Padang.

Asri juga mengakatakan selama 112 tahun perjalanannya, PT Semen Pa­dang telah mengalami berbagai periode pasang surut. Tentunya dalam menghadapi tantangan tidaklah mudah, jatuh bangun untuk tetap mempertahankan eksistensinya.

PT Semen Padang yang merupakan bagian Semen Indonesia Group, saat ini dihadapkan pada kondisi persaingan bisnis yang sangat ketat. Hal ini ditandai dengan masuknya para pemain baru yang mengakibatkan pasokan di pa­sar berlebih (over supply).

“Ditambah lagi Kondisi pasar semakin diperparah dengan pandemi Covid-19 yang datang mendera sejak 2020. Meski begitu, PT Semen Padang pada tahun 2021 alhamdulillah mampu menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini tentunya tak lepas dari usaha dan kerja keras insan Semen Padang Group,” kata Asri.

Pada momen HUT ke-112 PT Semen Padang ini, Asri berpesan kepada seluruh insan perusahaan untuk menjadikan pencapaian kinerja tahun sebelumnya sebagai lesson Learn dan bahan evaluasi dalam menentukan langkah ke depan. Karena itu lah di tahun 2022 ini, diharapkan menjadi momen yang bagus bagi Semen Padang Group untuk ‘Rise Stronger’.

Baca Juga  Bertambah, 12 Eks Pegawai KPK Tolak jadi ASN Polri

“Saya harapkan seluruh insan Semen Padang Group saling berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik. Baik itu sesama Semen Padang Group, dengan anak perusahaan Semen Indonesia Group dan dengan Semen Indonesia. Karena kita semua berada dikapal yang sama untuk tujuan yang sama,” ujarnya.

“Kemudian, terus ting­katkan semangat dalam bekerja dan berkarya da­lam menciptakan beragam inovasi dan improvement yang memberikan value added, agar seluruh aktivitas berjalan seefektif dan seefisien mungkin untuk keberlangsungan perusahaan yang kita banggakan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Semen Pa­dang Mohammad Agus Samsudin mengatakan, 112 tahun adalah usia yang sangat panjang. Oleh ka­renanya, banyak pelajaran yang telah dialami dan dijalani. Melihat eksistensi PT Semen Padang yang semakin berkembang, tentunya diharapkan usia PT Semen Padang lebih dari 100 tahun lagi.

“Keberadaan PT Semen Padang bermanfaat untuk masyarakat sekitar, ma­syarakat Sumbar, bangsa dan negara. Oleh karena itu, usaha PT Semen Padang harus berjalan dengan baik, dan diharapkan juga pada tahun 2022 ini PT Semen Padang secara usaha harus tetap berkembang lebih efisien,” katanya.

Selain menggelar syu­kuran, bersamaan dengan itu PT Semen Padang juga menyerahkan bantuan tong sampah terpilah ukuran besar kepada Semen Padang Hospital (SPH) sebanyak 7 unit, dan ukuran kecil sebanyak 70 unit, serta membagikan tali asih kepada 4 panti asuhan di Kota Padang.

Kemudian, juga digelar webinar motivasi dengan mengadirkan narasumber Hasnul Shuhaimi, yang merupakan praktisi telekomunikasi asal Indonesia, dan pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk, atau XL dan Presiden Direktur PT Indosat Multi Media Mobile.

Pada kesempatan itu, juga diumumkan peme­nang Rise Stronger Challenge dan pengumuman Kesetian Kerja kepada 401 orang karyawan PT Semen Padang yang terdiri dari Kesetian Kerja 10 tahun sebanyak 326 orang, Kesetian Kerja 15 tahun 36 orang, Kesetian Kerja 20 ta­hun 34 orang, dan Kesetian Kerja 30 tahun sebanyak 5 orang.

Baca Juga  KPK akan Panggil Kaesang Pangarep terkait Jet Pribadi, Alexander Marwata: Bisa jadi Modus untuk Pencucian Uang

Manajemen perubahan

Pada webinar motivasi yang digelar PT Semen Padang, Hasnul Shuhaimi menyampaikan bahwa semua perusahaan, apa pun itu usahanya mengalami kondisi yang begitu berat sekarang ini. Untuk menghadapi kondisi tersebut, pada umumnya perusahaan terpaksa harus me­lakukan transformasi yang yang salah satunya me­lakukan penurunan cost dan segala macam.

Namun begitu, penurunan cost tidak boleh membuat kualitas atau kinerja karyawan menjadi menurun. Karena, perusahaan tidak akan dapat memberikan yang terbaik kalau karyawannya tidak bisa memberikan yang terbaik buat perusahaan. Jadi, semuanya itu tergantung pada karyawannya.

“Ini yang kami coba di Indosat ketika itu. Memang awalnya semua karyawan menjadi tidak semangat dan lemas, karena merasa tidak nyaman ada bos baru dari Singapura dan adanya penurunan cost pasca Indosat tidak lagi dimiliki Indonesia. Namun ternyata, pelan-pelan semuanya mulai semangat dan bangkit dengan kami melakukan manajemen perubahan,” kata Hasnul.

Dikatakannya, ada 8 langkah manajemen perubahan yang mestinya harus dilakukan oleh perusahaan maupun manajemen perusahaan dalam menghadapi kondisi berat akibat adanya transformasi. Dan, 8 langkah itu terbagi dalam tiga bagian.

Untuk bagian pertama, menciptakan iklim perubahan dengan membuat urgensi, membuat koalisi dan mengembangkan visi stra­gei. Karena, kalau iklim perubahan tidak dilakukan, maka apapaun perusahaannya ketika menghadapi situasi berat, maka semuanya akan kehilangan pasar, revenue dan profit yang berdampak kepada kehilangan bonus dari perusahaan.

Menurutnya, jika bagian pertama ini bisa dijalankan, maka bagian kedua yang terdiri dari mengkomunikasikan visi, memberdayakan tindakan dan men­dapatkan kemenangan cepat, akan mudah tercapai. Begitu juga dengan bagian ketiga yang terdiri dari memanfaatkan kemenangan untuk mendo­rong perubahan dan me­nanamkan budaya, juga akan mudah terwujud.

“Bagian pertama dari tiga bagian itu memang berat dilakukan apabila perusahaan dan karyawan menghadapi situasi yang begitu berat, terutama ada­nya penurunan cost. Namun, jika 8 langkah mana­jemen perubahan ini bisa dijalankan dengan baik, maka perusahaan akan maju dan minimal survive di tengah kondisi berat apapun yang dialami perusahaan,” ujarnya. (ren/rel)