METRO SUMBAR

Pasar Pariaman Masuk Enam Besar Nasional

0
×

Pasar Pariaman Masuk Enam Besar Nasional

Sebarkan artikel ini
TINJAU—Tim verifikasi Pasar Pangan Aman turun meninjau Pasar Rakyat Kota Pariaman, kemarin.

PARIAMAN, METRO–Pasar Rakyat Kota Pa­riaman masuk dalam nominasi 6 besar tingkat nasio­nal dalam lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas tahun 2021. Tim verifikasi Pasar Pangan Aman turun meninjau Pa­sar Rakyat Kota Pariaman, kemarin,  melakukan penilaian tersebut dilakukan oleh Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP­OM) dan Kementerian Kominfo RI.

Asisten I Setdako Pariaman, Yaminu Rizal saat menyambut tim verifikasi Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas mengapresiasi dan menjadi bahan koreksi bagi kita untuk me­ngevaluasi apa yang telah dilakukan.

“Banyak hal yang ha­rus dibenahi yang selama ini kita telah intervensi terutama bagaimana melibatkan komunitas didalam me­ngelola pasar. Pasar ini a­dalah pasar rakyat, tentu kepentingan berbagai pihak harus diakomodir,” ungkapnya.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada BPOM yang telah mengi­ngatkan dan mengawasi pasar ini agar aman dan jauh bahan berbahaya untuk dikonsumsi bagi ma­syarakat,” imbuhnya.

Yaminu Rizal berharap Kota Pariaman menjadi yang terbaik dalam perlombaan ini dan menjadi Juara I. “Untuk mencapai tersebut bahwa kita telah berusaha maksimal dan sudah di intervensi oleh 7 OPD dan ini juga pekerjaan rutin bagi kita karena ada­nya penilain makanya menyiapkan bahan yang dibutuhkan,” ulasnya.

Baca Juga  Tingkat Provinsi Sumbar, Jaga Kesehatan, 23 Kafilah Menuju Porsadin ke-V

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa kalau intervensinya, dari awal pasar ini konsepnya a­dalah ada Pariwisata, Ke­sehatan, Arsip dan Pustaka, Perindagkop, Satpol PP, Perhubungan dan Lingkungan Hidup berarti ada 7 OPD. Koloborasi yang kita lakukan di OPD ini ternyata belum, harus ada kolo­borasi dari pentahelik atau multipihak, bagiamana ma­syarakat lebih dilibatkan dengan komunitas yang ada.

“Melalui perlombaan ini dan data yang disampaikan oleh tim penilai dari Kemendag, Kemkominfo dan BPOM diharapkan bisa mempercepat harapan dari masyarakat Kota Pa­ria­man bisa memiliki pasar basah. Sehingga makanan higienis yang menjadi tuntutan bagaimana menjadi Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas lebih bisa ditonjolkan,” tutupnya.

Sementara itu, Salah satu tim verifikasi Sarjono dari Pranata Humas Ahli Madya, Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengatakan penilaian ini terkait dengan program BPOM pada pe­nyelenggaraan Lomba Pa­sar Pangan Aman Berbasis Komunitas tahun 2021 ting­kat Nasional.

“Dalam penilain ini, Bagaimana caranya kita mengendalikan dan me­lakukan pengawasan terhadap makanan-makanan agar tidak terkontaminasi dengan zat berbahaya maupun obat yang tidak aman,” ucapnya.

Baca Juga  Hindari Tindakan Pungli di Kabupaten Solok, Pengurusan KIR Dilakukan dengan Sistem Elektronik

Sarjono menjelaskan bahwa terkait lomba tersebut ada dua penilaian yang dilakukan yakni dokumentasi dan verifikasi.

“Untuk dokumentasi, apa yang disampaiakan ke pusat ternyata Kota Pariaman cukup bagus dan masuk 6 besar. Oleh sebab itu, kita tertarik untuk melakukan verifikasi untuk memastikan apakah yang ada didokumen tersebut, sesuai dengan yang ada dilapangan. Ternyata dilihat dari implementasi yang ada dilapangan, untuk ha­silnya ditunggu dulu dari pemerintah pusat,” terangnya.

Sarjono juga menambahkan dalam menuju pa­sar berbasis pariwisata, tentu saja tidak hanya ditangani satu OPD saja tetapi melibatkan seluruh OPD. Makanya, harus adanya koloborasi pentahelik baik OPD, masyarakat, komunitas dan stakeholder lainnya.

“Hasil pengujian tentunya menjadi utama dalam penilain dari BPOM, tetapi pengujian tidak bisa dilaksanakan dengan baik ha­nya diserahkan kepada BPOM saja  tetapi harus ada partisipasi komunitas. Apabila ada yang tidak baik, komunitas ikut dalam pengawasan dan selanjutnya dilaporkan kepada BPOM,” tukasnya mengakhiri. (efa)