POLIKO, METRO–Wali Kota Riza Falepi menyampaikan agar peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Payakumbuh dapat memperhatikan 6 hal mengingat sedemikian banyak dan kompleksnya berbagai usulan yang dibahas pada musrenbang yang digelar secara daring dan berpusat di Kantor Wali Kota, Kamis (17/3).
Riza mengajak seluruh peserta Musrenbang, baik pada tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota agar menjadikan pelaksanaan musrenbang ini sebagai forum tertinggi dalam proses penjaringan aspirasi dan kebutuhan masyarakat akan pembangunan. Kedua, dalam diskusi musrenbang diarahkan untuk mengerucutkan berbagai usulan menjadi usulan prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah mengacu pada tema musrenbang tahun ini.
Ketiga, dalam melaksanakan penyusunan berbagai rencana kegiatan tetap memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dengan penuh rasa tanggungjawab.
Keempat, secara tepat dan proporsional dapat ditetapkan berbagai kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai dari APBD Kota, APBD Provinsi dan APBN. Untuk kegiatan yang dibiayai dari kedua sumber pendanaan yakni APBD Provinsi dan APBN dapat dirumuskan untuk diusulkan pada Forum Perangkat Daerah Provinsi dan Musrenbang Provinsi.
Kelima, memperhatikan arahan Presiden dan Gubernur Sumatera Barat dalam berbagai kesempatan serta arahan Bappeda Provinsi Sumatera Barat, maka dalam musrenbang ini dapat dirumuskan berbagai rencana kegiatan yang sejalan dengan prioritas dan program kegiatan Nasional dan Provinsi Sumatera Barat.
Keenam, memperhatikan berbagai masukan pada berbagai pertemuan, hasil reses DPRD dan kesepakatan dengan anggota dewan, maka pembahasan dan penetapan APBD Tahun 2023 yang diawali dengan pelaksanaan musrenbang ini dapat dilakukan secara lebih terarah dan sinergis serta dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan Pemerintah Kota.
“Kita menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama antara unsur pemerintahan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” kata Riza.
Melalui perencanaan pembangunan yang dimulai dari mufakat RW serta penggunaan aplikasi perencanaan tersebut, Riza mengharapkan dapat menampung dan menyerap aspirasi warga sehingga pembangunan yang dilaksanakan di Kota Payakumbuh benar-benar kebutuhan masyarakat.
Riza juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, apabila selama 2 (dua) periode menjabat sebagai wali kota ini masih terdapat beberapa usulan kebutuhan masyarakat yang belum dapat terakomodir dan terealisasi dalam APBD Kota Payakumbuh. (uus)






