PAYAKUMBUH, METRO–Rumah milik Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kelurahan Pakan Sinayan, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh hancur dan berserakan akibat ledakan yang dipicu tabung gas elpiji bocor, Sabtu (12/3). Sontak saja, warga setempat dibuat berhamburan keluar rumah lantaran mendengar suara ledakan yang bunyinya seperti bom itu.
Tidak hanya merusak rumah, ledakan itu juga membuat pemilik rumah berinisial TH (42) dan anaknya mengalami luka-luka, hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Untung saja, ledakan dari gas yang bocor itu tidak menimbulkan kebakarann dan hanya menyisakan kerusakan.
Kabid Damkar Kota Payakumbuh, Budi Kurniawan kepada media menerangkan peristiwa naas itu terjadi di rumah seorang ASN Kota Payakumbuh. Hingga kini, pihaknya belum bisa memastikan kronologi pasti ledakan tersebut lantaran pemilik rumah dan anaknya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Ledakan di rumah itu diduga bukan karena tabung gas yang meledak. Namun, diduga karena adanya kebocoran gas dan terkurung di dalam ruangan di rumah tersebut, lalu mendapat percikan sehingga terjadi ledakan,” kata Budi.
Budi juga mengapresiasi kecepatan pelaporan dari masyarakat. Pasalnya, sekitar pukul 9.20 Wib pihaknya mendapat laporan dari masyarakat untuk permintaan bantuan, sementara itu saat Damkar sampai di lokasi kejadian sudah terjadi ledakan yang mengakibatkan rumah hancur.
“Sementara korban ayah dan anak langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban masih dirawat di rumah sakit kami belum dapat kronologisnya seperti apa, kondisi rumah hancur di bagian pintu kamar, plafon, dan kamar mandi,” jelasnya
Budi juga mengingatkan kepada masyarakat jika terjadi kebocoran gas jangan pernah menyalakan atau mematikan lampu termasuk menyalakan kompor. Langkah yang harus dilakukan adalah membuka jendela dan pintu agar gas keluar, regulator dibawa keluar ruangan.
“Jika terjadi kebocoran gas, segera buka pintu dan jendela dan jangan pernah menghidupkan listrik atau kompor karena hal itu akan memicu api atau ledakan dari gas bocor yang terkumpul dalam ruangan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan hati-hati dalam menggunakan kompor dan api. Dan saat hendak meninggalkan rumah sebaiknya periksa terlebih dahulu kondisi kompor gas,” tutupnya. (uus)






