METRO SUMBAR

Wako Fadly Amran Apresiasi Semangat Goro Warga Gumala

0
×

Wako Fadly Amran Apresiasi Semangat Goro Warga Gumala

Sebarkan artikel ini
GORO—Wali Kota H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano turun langsung dan berbaur bersama masyarakat melakukan gorio massal.

PDG.PANJANG, METRO–Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano mengapresiasi semangat gotong royong (goro) yang ditunjukan warga RT 22 dan RT 11 Keluruhan Guguk Malintang (Gumala), Padang Panjang Timur (PPT), Minggu (13/3).

Dibantu petugas kebersihan dari Dinas Perkim LH, mereka bersama-sa­ma melakukan pengerukan selokan yang mulai me­ngalami sendimentasi. Sa­at debit air mulai tinggi, kerap terjadi luapan air yang menggenangi jalan hingga ada yang masuk ke pemukiman warga.

Tampak Wako Fadly turut berpartisipasi bergotong royong bersama warga setempat. Selain itu dirinya melakukan pemantauan penyebab luapan air dan mendengar aspirasi warga.

“Alhamdulillah, partisipasi warga sangat luar biasa bersama Dinas Perkim LH. Kita lihat curah hujan sangat tinggi. Ada beberapa titik yang mengalami banjir sehingga kita harus memantau terus saluran air. Alhamdulillah tadi su­dah bersih. Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan,” kata Fadly.

Dikatakannya lagi, se­jumlah aspirasi seperti penyempitan saluran, permasalahan jalan secara bertahap akan dicarikan solusinya.

“Salah satu prioritas kita bagaimana titik-titik banjir ini bisa tertangani. Jadi ada langkah jangka pendek dan jangka panjang. Saya berterima kasih mewakili pemerintah dae­rah atas semangat goro di RT 22 dan 11 ini,” tuturnya.

Ketua RT 22, Iveri Mur­py menyampaikan, ia bersama warga berinisiatif bergotong royong mengatasi agar tidak terjadi lagi banjir yang disinyalir akibat pendangkalan selokan.

“Sendimen, batu-batu, sampah-sampah kita ang­kat keluar. Kita lihat per­kembangannya. Apabila curah hujan tinggi apakah masih tumpah ke jalan dan masuk ke rumah warga. Kalau seandainya bisa teratasi, kita akan terapkan goro berkala setiap bulan,” sebutnya.

Warga RT 22 yang juga merupakan anggota DP­RD, Dr. Novi Hendri, SE, M.Si mengatakan, sering terjadi banjir di RT 22 akibat debit air yang tinggi. Se­hingga meluap dan tidak tertampung melewati selokan.

“Sehingga meluap dan memasuki rumah warga. Ini menjadi keluhan. Kejadian sekitar 4-5 kali dalam dua tahun terakhir ini. Sebelumnya tidak ada. Mungkin karena curah hujan,” akunya. (rmd)