METRO SUMBAR

Pemko Terapkan Nagari Mandiri Pangan

0
×

Pemko Terapkan Nagari Mandiri Pangan

Sebarkan artikel ini

Kota (Pemko) Padangpanjang, terus berupaya mengendalikan ketahanan pangan  melalui program Nagari Mandiri Pangan di sejumlah kelompok tani di kota “Serambi Mekah” itu. Wakil Walikota Padangpanjang Asrul, mengungkapkan,  untuk terlaksananya program tersebut Pemko juga telah menyiapkan strategi pengendalian ketahanan pangan Kota Padangpanjang.

Pencanganan  ”Nagari Mandiri Pangan” tersebut,  juga diringi dengan gerakan optimalisasi penyuluhan (GOP)  di 16 kelurahan.  Mewujudkan ketahanan pangan, sebut Asru menjelaskan dengan cara mengatur, membina, mengendalikan dan mengawasi subsistem dibidang  ketahanan pangan. “Strategi itu membutuhkan dukungan masyarakat. Agar efektif dan tepat guna maka perlu pembinaan bagi masyarakat yang terlibat, khususnya para petani,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkab Sijunjung Adakan Bazar Bahan Pangan

Asrul menegaskan, pembinaan bagi petani berupa kegiatan GOP dan pembentukan Nagari Mandiri Pangan, setidaknya ada enam kondisi yang mesti dicapai yaitu terbentuk kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha produktif, terbentuk lembaga keuangan nagari.

Sementara, peningkatan pendapatan dan daya beli, kata Asrul lagi, untuk upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan, peningkatan kemandirian dan pengetahuan masyarakat dan mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya pangan. “Melalui program tersebut, kami harapkan secara bertahap  ketika strategi itu dapat dijalnakan kita sangat berharap  dapat dicapai  dan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif,” katanya.

Baca Juga  UBH Open Karate Championship Resmi Ditabuh, Rektor Apresiasi 800 Karateka Peserta

Ditambahkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padangpanjang, Syahdanur menambahkan program GOP dan Nagari Mandiri Pangan dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan dari kegiatan sosialisasi pertanian dan pangan yang sudah berjalan.

Seperti apa yang telah diterapkan Kelompok Tani Lembuti II Kelurahan Koto Panjang, padangpanjang Timur,  merupakan kelompok yang telah memiliki sertifikat organik untuk komoditas beras.

”Dari 90 persen dari seluruh petani di Kelurahan Koto Panjang , kita  sudah menerapkan pola tanam jajar legowo (jarwo).  Seiring  pola tanam Jarwo,  kita juga penerapan tanaman holtikultura  memproduksi sayuran ramah lingkungan,” sebut Syahdanur. (rmd)