Kota (Pemko) Padangpanjang, terus berupaya mengendalikan ketahanan pangan melalui program Nagari Mandiri Pangan di sejumlah kelompok tani di kota “Serambi Mekah” itu. Wakil Walikota Padangpanjang Asrul, mengungkapkan, untuk terlaksananya program tersebut Pemko juga telah menyiapkan strategi pengendalian ketahanan pangan Kota Padangpanjang.
Pencanganan ”Nagari Mandiri Pangan” tersebut, juga diringi dengan gerakan optimalisasi penyuluhan (GOP) di 16 kelurahan. Mewujudkan ketahanan pangan, sebut Asru menjelaskan dengan cara mengatur, membina, mengendalikan dan mengawasi subsistem dibidang ketahanan pangan. “Strategi itu membutuhkan dukungan masyarakat. Agar efektif dan tepat guna maka perlu pembinaan bagi masyarakat yang terlibat, khususnya para petani,” ujarnya.
Asrul menegaskan, pembinaan bagi petani berupa kegiatan GOP dan pembentukan Nagari Mandiri Pangan, setidaknya ada enam kondisi yang mesti dicapai yaitu terbentuk kelompok masyarakat yang mengembangkan usaha produktif, terbentuk lembaga keuangan nagari.
Sementara, peningkatan pendapatan dan daya beli, kata Asrul lagi, untuk upaya peningkatan ketahanan dan kemandirian pangan, peningkatan kemandirian dan pengetahuan masyarakat dan mengubah pola pikir masyarakat mengenai pentingnya pangan. “Melalui program tersebut, kami harapkan secara bertahap ketika strategi itu dapat dijalnakan kita sangat berharap dapat dicapai dan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan produktif,” katanya.
Ditambahkan Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padangpanjang, Syahdanur menambahkan program GOP dan Nagari Mandiri Pangan dilaksanakan sebagai bentuk peningkatan dari kegiatan sosialisasi pertanian dan pangan yang sudah berjalan.
Seperti apa yang telah diterapkan Kelompok Tani Lembuti II Kelurahan Koto Panjang, padangpanjang Timur, merupakan kelompok yang telah memiliki sertifikat organik untuk komoditas beras.
”Dari 90 persen dari seluruh petani di Kelurahan Koto Panjang , kita sudah menerapkan pola tanam jajar legowo (jarwo). Seiring pola tanam Jarwo, kita juga penerapan tanaman holtikultura memproduksi sayuran ramah lingkungan,” sebut Syahdanur. (rmd)





