SAWAHLUNTO, METRO–Jelang memasuki bulan Ramadhan 1443 H, harga daging sapi mengalami kenaikan dari awal tahun 2022 ini. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Sawahlunto Heni Purwaningsih, Rabu (9/3) mengatakan, kenaikan harga daging sapi tersebut dipengaruhi berbagai faktor.
“Untuk kenaikan harga daging sapi ini dipengaruhi oleh naiknya harga sapi itu sendiri belakangan. Harga sapi bakalan untuk penggemukan cenderung naik juga dan sapi siap potong juga naik harganya. Kalau sapi potong ekspor – impor , harganya sudah dari perusahaannya naik,” ungkap Heni Purwaningsih.
Disinggung terkait memasuki bulan Ramadhan pada bulan April 2022 ini, dijelaskanya juga, kenaikan harga sapi dipengaruhi oleh hukum pasar. ” Iya kalau ini juga hukum pasar karena permintaan akan daging sapi terus meningkat, sehingga harganya menjadi naik,” jelas Heni.
Menurut pedagang daging sapi pasar, daging sapi dari Rumah Potong Hewan itu yang naik, dari pemasoknya sendiri begitu. “Bagaimana caranya kita menjual dengan harga tahun 2021 Rp. 120 ribu per kilogramnya. Kalau untuk sekarang tahun ini Rp. 130 ribu per kilogramnya. Cuma naik Rp. 10 ribu tapi tetap aja minat pembeli agak menurun sekarang, agak sepi,” kata Heni mengeluh.
Kepala Dinas Koperindag Mukhsis menyebutkan, pada tahun 2022 harga daging sapi Rp 130 ribu perkilogram untuk pasar Sawahlunto. Sedangkan untuk pasar Talawi harga sapi mencapai Rp 140 ribu dari data-data pada tanggal 16 sampai 23 Februari 2022. (pin)





