PASAMAN, METRO–Pascagampa yang terjadi Jumat (25/2) pagi , Batalyon Mirinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) II, Lantamal II Padang, kerahkan satu peleton pasukan lengkap ke lokasi gempa di Kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman, Sumatera Barat. Dibawah Pimpinan Pasukan (DPP) Komandan Yonmarhanlan II Mayor Mirinir Arief Bastian Sanusi, pasukan diberinama Satuan Tugas (Satgas) Gulben Lantamal II bergerak ke daerah operasi di Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat hingga Minggu (27/2) kemarin.
“Alhamdulillah, tim Satgas Gulben Lantamal II sudah berjibaku bersama pihak terkait termasuk masyarakat untuk melakukan evakuasim dan pembersihan puing puing bangunan dari reruntuhan,” ujar Danyon Marhanlan II Mayor Marinir Arief Bastian Sanusi, didampingi Pasintel Lettu Marinir Ronny kepada POSMETRO kemarin.
Dikatakan Arif Bastian Sanusi, dalam kegiatan sejak gempa kemarin, kita melakukan pembersihan SDN 21 Talamau dari puing puing. Melaksanakan distribusi logistik kepada korban gempa yang ada di sekitar lokasi dan pelosok nagari, memberikan edukasi, rekreasi dan hiburan kepada anak-anak usia SD akibat trauma, termasuk melayani pemberikan kesehatan.
Selain itu sebut Arief Bastian Sanusi, melakukan distribusi logistik kepada korban gempa, berkoordinasi dengan Posko Utama di kantor bupati serta mengajak pemuda melakukan pengamanan rumah mereka dari hal hal yang tak diingini. “Ini harus kita waspadai dari para oknum oknum yang tega melakukan hal hal yang tidak benar pada saat kita mengalami musibah,” ujar Arief Bastian Sanusi.
Sesuai data yang kita peroleh ujar Arief Bastian Sanusi, di loaksi daerah operasi Yonmarhanlan II tidak ditemukan kornan yang meninggal dunia. Hanya saja, Satgas Gulben Lantamal II di Jorong Lubuak Sariak, Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, berhasil mendata bahwa korban jiwa nihil, korban Luka Berat (LB) dua orang sudah dievakuasi ke RS Yarsi, Luka Ringan (LR) sebanyak lima orang sudah rawat jalan. Sedangkan fasilitas umum yang rusak SDN 8 Talamau rusak ringan, SDN 21 Talamau rusak berat, satu Mushalla rusak berat, satu Mushalla rusak ringan dan satu masjid.
Sementara kebutuhan yang paling mendesak adalah minyak goring, beras, air minum, popok bayi dan dewasa. Kemudian pembalut wanita, obat-obatan, bubur bayi, terpal untuk tenda dan selimut. Mudah mudahan dalam waktu dekat ini semua akan tercukupi.
Untuk kerusakan di daerah operasi Satgas bersifat sedang, namun jumlah pengungsi sangat besar karena banyak warga dari Jorong lain, terutama wilayah kaki Gunung Talamau yang mengungsi ke Jorong Lubuk Sariak yang menjadi wilayah tanggungjawab Satgas. Selain itu jumlah warga berobat 47 orang. Mayoritas batuk, flu, demam, pusing dan gatal-gatal. Termonitor ibu hamil 2 orang. “Satgas Gulben Lantamal II berada langsung dibawah Komandan Satgas Tanggap Darurat BPBD, bertanggungjawab atas daerah operasi di Jorong Lubuk Sariak,” sebut Arief Bastian Sanusi. (ped)






