METRO SUMBAR

Selasa Lusa, Jaksa Agung Lantik Kajati Sumbar di Jakarta

0
×

Selasa Lusa, Jaksa Agung Lantik Kajati Sumbar di Jakarta

Sebarkan artikel ini
PERPISAHAN—Anwarudin Sulistyono saat perpisaham dengan wartawan peliput Kejati Sumbar, Jumat (25/2) dan juga memberikan kenang-kenangan kepada wak media. Dikesempatan itu hadir juga Asisten Imtelijen (Asintel) Mustaqpirin dan Asdatun Khaidir.

PADANG, METRO–Jika tidak ada aral me­lintang, Jaksa Agung ST Bur­hanudin bakal melantik Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat yang baru Yusron, pada Selasa (2/3/2022) mendatang di Jakarta. Ia menggantikan Anwarudin Sulis­tyono yang dipromosikan menjabat Direktur Direktur TI dan Produksi Teknologi pada Jamintel Kejagung.

“Insya Allah Selasa besok saya dilantik dengan jabatan baru. Penggantinya bukanlah orang baru di Sumbar, yakni Bapak Yusron. Ia di Sumbar pernah menjabat Wakajati,” kata Anwarudin Sulistyono saat perpisaham dengan wartawan peliput Kejati Sumbar, Jumat (25/2). Hadir juga Asisten Imtelijen (Asintel) Mustaqpirin dan Asdatun Khaidir.

Anwarudin menyampaikan maaf kepada rekan-rekan media yang senantiasa bertugas melakukan peliputan. Apalagi Tanpa adanya kerjasama yang baik dengan rekan rekan, informasi tak bisa disebarluaskan. Silaturahmi yang telah terbangun selama 1 tahun 3 bulan hendaknya jangan sampai terputus.

“Dari lubuk hati paling dalam, terimakasih atas kerjasama dan dukungan rekan rekan media semua, yang telah bersinergi dengan baik. Apapun yang dilakukan Kejati, apabila tak ada publikasi masyarakat tidak akan tahu,”tuturnya.

Dalam silaturahmi ter­sebut, Anwarudin juga me­maparkan kinerja selama menjabat orang nomor satu di Kejati Sumbar. Pertama, Kejati Sumbar me­ram­pung­­kan penyidikan untuk kasus dugaan korupsi pengadaan lahan jalan tol Pa­dang-Pekanbaru di Taman Kehati Padang Pariaman. Kasus tersebut ba­kal masuk ke meja hijau. Berkas 13 terdakwa sudah di­serahterimakan dari Jaksa Penyidikan Kejati Sumbar ke Jaksa Penuntut Umum­ Kejari Padang Pariaman. “Tim Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Pariaman akan segera menyiapkan dakwaan untuk per­kara ini, sehingga bisa dilimpahkan ke pengadilan,” ka­tanya.

Baca Juga  Bawaslu Pesisir Selatan Gelar Rapat Koordinasi Tertibkan APK Jelang Masa Tenang Pilkada 2024

Anwarudin membeberkan penyidik juga telah mengantongi hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan lahan tol yang merupakan proyek strategis nasional itu.

Berdasarkan hitungan BPKP diketahui kalau kasus dugaan korupsi yang menjerat 13 orang tersangka tersebut telah menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp27 miliar.

Kemudian Di Bidang In­telijen, Kejati Sumbar telah membentuk Satgas pem­berantasan mafia ta­nah.­Perkara mafia tanah sebenarnya sudah ditangani, termasuk jalan tol ini merupakan mafia tanah yang melibatkan oknum panitia pembebasan lahan. Disamping mafia tanah, juga dibentuk Satgas Mafia Pelabuhan dan Satgas Mafia Bandara. “Kita koordinasi terus, bahkan pada waktu Pelindo melaksanakan cofee morning, kita sudah wanti wanti supaya arus barang bisa lancar. Berantas mafia pelabuhan. Kalau ada yang bermain main dalam pelaksanaan distribusi barang, maka Satgas mafia pelabuhan akan me­nin­dak tegas,”katanya.

Baca Juga  18 Unit R2 " Bluelight Patrol dan Penindakan Balap Liar", dikandangkan Polres Pessel

Di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun),

Kejati Sumbar melakukan pendampingan – pendampingan yang cukup efektif, sehingga proyek strategis dan prioritas nasional oleh jaksa pengacara negara mulai pelaksanaan sampai akhir pelaksanaan berjalan lancar. Contohnya Pembangunan jalan Teluk Tapang – Bunga Tanjung yang dilaksanakan Kementerian PUPR Ditjen Bina Marga BPJN Sumbar.

Selanjutnya dibidang pembinaan, Kejati Sumbar sukses melaksanakan pro­ses membantu seleksi calon PNS dilngkungan kejaksaan. Kemudian Pendidikan latihan pembentukan jaksa di Sumbar, ada 33 peserta yang kesemuanya lulus 100 persen dan dilantik Jaksa Agung.

“Kami mengadakan pe­­lak­­sanaan blended lear­ning yang divariasikan antara pendidikan daring tapi diasramakan. Pendidikan Kesamaptaan, kesiapan, disliplin tanggung jawab dan jiwa corsa. Bahkan salah satu peserta kita Rangking 4 nasional. Seka­rang dinas dan ditempatkan di Jamdatun. Se Indonesia pesertanya ada 540 orang,” tandas Anwarudin. (hen)