METRO SUMBAR

Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor RKPD 2023, Fokus Penurunan Stunting, Entrepreneurship dan Progul

0
×

Gubernur Mahyeldi Pimpin Rakor RKPD 2023, Fokus Penurunan Stunting, Entrepreneurship dan Progul

Sebarkan artikel ini
PIMPIN RAKOR— Dihadiri Wakil Gubernur Audy Joinaldy, dan Kepala Bappeda Medi Iswandi, Gubernur Sumbar Mahyeldi memimpin Rakor RKPD 2023.

PADANG, METRO–Mewujudkan target pem­bangunan daerah yang si­nergi antara provinsi, kabupaten dan kota, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar rapat koordinasi perencanaan dae­rah, yang dipimpin oleh Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, di Istana Kompleks Gubernuran, kemarin.

Didampingi Wakil Gubernur Audy Joinaldy, dan Kepala Bappeda Medi Is­wandi, gubernur mendengarkan secara seksama penyampaian usulan ke­giatan pembangunan untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2023 oleh 19 kabupaten dan kota kepada provinsi.

Berlangsung secara ma­raton sejak pagi hingga malam hari, masing-masing kepala daerah dan kota menaparkan kondisi serta program percepatan penurunan pravelansi stunting, penyelenggara target program unggulan, penciptaan wirausaha baru dan proposal RAPBN 2023.

Dalam arahannya, gubernur mengajak semua kepala daerah untuk memberdayakan berbagai potensi yang ada di daerah masing-masing untuk pen­cegahan stunting. Termasuk potensi nagari dan pe­rantau.  ”Stunting ini memang perlu kita jadikan perhatian dan harus diintervensi. Dengan cara memberdayakan semua potensi yang ada di daerah masing-masing, potensi pertanian, peternakan, termasuk potensi para pe­rantau serta kearifan lokal yang ada di Nagari-nagari,” ujar Buya Mahyeldi.

Hal serupa juga disampaikan Wagub Audy. Menurutnya, potensi peternakan dan pertanian di masing-masing daerah sangat bisa untuk mencegah stunting dan menambah enterpreneur baru.  ”Misalnya se­perti di Padang Panjang ada sentra sapi perah, di Payakumbuh dan Limapuluh Kota ada sentra peternakan ayam petelur, di Pasaman Barat ada sentra jagung. Ini sangat bagus sekali nilai gizinya,” jelas Wagub.

Sektor pertanian dan peternakan juga bisa menjadi peluang penambahan enterpreneur baru. Bahkan disaat yang sama juga menjadi solusi persoalan sampah, yakni budidaya magot yang bisa mengurai sampah organik sekaligus menjadi pakan alternatif ternak.

Gubernur dan wakil gubernur juga memberikan dukungan terhadap ber­bagai rencana prmbangu­nan dan juga mengapresiasi program-program kabupaten kota yang telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masya­rakat.

Diantaranya dukungan gubernur pada optimalisasi perencanaan Kota Bukittinggi. Apalagi tahun 2023 mendatang akan banyak iven-iven nasional maupun internasional di Sumbar, dimana Bukittinggi akan menjadi salah satu daerah kunjungan.

Wakil gubernur juga setuju jika di Bukittinggi dibangun gedung kebudayaan dan kesenian yang representatif, sebagaimana diusulkan oleh Walikota Bukittinggi, Erman Safar. Gubernur juga apresiasi Pemerintah Kota Pariaman yang telah membuka 15 ruas jalan penghubung antar desa atau kelurahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masya­rakat tanpa biaya ganti kerugian. Gubernur me­ngatakan akan membantu pengerasan beberapa ruas jalan yang akan diakomodir melalui dana BKK

Wagub juga menyampaikan apresiasi yang sa­ma karena menurutnya pembukaan akses bisa men­jadi solusi persoalan stunting dari hulunya.

Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi mengatakan, setelah rakor ini, .pihaknya akan mengumpulkan secara mendetail tentang berbagai usulan dari kabupaten dan kota dan selanjutnya akan melanjutkan secara lebih teknis dalam rapat teknis yang dijadwalkan pada minggu kedua Maret mendatang. (fan)