AIA PACAH, METRO – Wali Kota Padang menjanjikan paket umroh untuk tiga keluarga yang menang dalam menerapkan program ketahanan keluarga 1821. Proses penilaian pada tingkat RW akan dimulai pada Januari 2019 nanti.
“Kita sediakan hadiah umroh bagi keluarga yang menang. Keluarga juara 1 ,2 dan 3 masing masing kita beri jatah umrah 4 orang. Mereka terdiri dari dua orang tua dan dua orang anak. Jadi total yang akan kita berangkatkan adalah sebanyak 12 orang,” beber Mahyeldi dalam acara Launching Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM) dan Sosialisasi Penilaian Implementasi Program 1821 oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) di aula Balai Kota, Senin (19/11).
Proses penilaian menurutnya, akan dilakukan pada tingkat RW, kelurahan, kecamatan dan tingkat Kota Padang. RW diminta menilai sendiri warganya yang menerapkan konsep program 1821. Yakni memanfaatkan waktu untuk keluarga mulai dari pukul 18.00-21.00 WIB.
Mahyeldi menambahkan, dalam rentang waktu tiga jam tersebut, masing masing keluarga diharapkan untuk membiasakan berkumpul dengan keluarga, shalat berjamaah ke masjid, membaca Alquran, belajar di rumah dan mengintensifkan komunikasi dengan anak.
“Keluarga 1821 ini juga diharapkan menjauhkan anak dari televisi dan HP. Sehingga komunikasi antar anggota keluarga dalam rentang waktu tiga jam tersebut benar-benar efektif,” beber Mahyeldi.
Program ini menurut Mahyeldi, merupakan program ketahanan keluarga. Dari program itu diharapkan akan terwujud keluarga keluarga berkualitas. Selain itu dampak positif yang paling besar adalah orang tua mampu mengontrol anak agar tak terjerumus pada pengaruh pengaruh negatif dari luar. Seperti narkoba, LGBT dan lainnya.
“Melalui program ini kita berharap akan tercipta keluarga keluarga berkualitas,” sebut Mahyeldi lagi. Pada kesempatan itu, Mahyeldi juga melantik pengurus dan Aktifivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyakat (PATBM) dari 11 kecamatan di Kota Padang. Para aktivis itu diharapkan mampu melihat dengan jeli serta melindungi anak-anak di lingkungan mereka dari kejahatan atau pelaku kekerasan. (tin)





