METRO PESISIR

RSUD Pa­dangpariaman Teken MoU untuk Vaksin Merah Putih

0
×

RSUD Pa­dangpariaman Teken MoU untuk Vaksin Merah Putih

Sebarkan artikel ini
PENANDATANGAN MoU— Direktur RSUD Padangpariaman dr. Jasneli usai penandatanganann perjanjian kerja sama dengan Universitas Andalas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangpariaman.

PDG.PARIAMAN, METRO–Dalam rangka persiapan uji klinis vaksin merah putih, kemarin, RSUD Pa­dangpariaman melakukan perjanjian kerjasama de­ngan UNAND dan Biofarma. Kegiatan uji klinis vak­sin Merah Putih yang akan dilakukan pada tahun ini, Rumah Sakit Universitas Andalas (UNAND) melakukan perjanjian kerjasama dengan Universitas Andalas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangpariaman, Biofarma dan Fakultas Kedokteran U­nand.

Perjanjian Kerjasama ini, ditandai dengan Penanda tanganan Memorandum of Understanding (Mo­U) yang dilakukan secara Hybrid melalui Zoom meeting, bertempat di Lantai 3 Rumah Sakit Universitas Andalas, kemarin. Hadir dalam acara itu, Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH, Di­rektur Utama Biofarma Bapak Honesti Basyir, Direktur Utama Rumah Sakit UNAND, Dr. dr. Yevri Zulfiqar, Sp.B, Sp.U (K), Direktur RSUD Padang Pariaman, dr. Jasneli, MARS, Dekan Fakultas Kedokteran UNAND Dr. dr. Afriwardi, Sp. KO,

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi di Aula Lt 3 Rumah Sakit UNAND dan diikuti dengan visitasi ke lokasi kegiatan Uji Klinis Vaksin Merah Putih akan dilakukan.

Menurut Direktur RS­UD Padangpariaman dr. Jasneli usai acara penandatanganan perjanjian kerjasama, untuk melihat kesiapan RSUD Padangpariaman menyatakan, se­ka­rang  tim uji klinis akan melakukan visitasi ke RS­UD Padangpariaman.

Sebagaimana dikutip dari laman web Kemenkes https://farmalkes.­kemkes.­go.id/2022/02/uji-klinis-tahap-pertama-vaksin-me­rah-putih/

Dalam uji klinis tahap pertama yang dilaksanakan pada 9 Februari 2022, Rektor Universitas Airlangga Nasih mengatakan vak­sin Merah Putih telah di­proyeksikan sebagai pro­duk vaksin kebanggaan nasional, dengan bersertifikat halal.

“Vaksin besutan UNAIR ini akan menjadi vak­sin COVID-19 berstatus halal pertama. Sertifikat halal tersebut akan berlaku mulai dari 7 Februari 2022 hingga 6 Februari 2026,” jelas Nasih.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin me­ngatakan selain sebagai booster dan vaksin anak, pihaknya juga mendorong vaksin Merah Putih sebagai satu-satunya pro­duksi inisiatif vaksin dalam negeri yang menjalani tiga tahap tersebut, sebagai vaksin donasi internasio­nal.

“Presiden bersedia meng­gunakan ini sebagai vaksin donasi dari Republik Indonesia khususnya sebagai ketua G20, ke ne­gara-negara lain yang mem­butuhkan,” katanya.

Tidak hanya itu, dengan sertifikasi halal yang dimi­likinya, vaksin merah putih diharapkan dapat mencakup seluruh penduduk, termasuk dengan negara yang memiliki populasi a­gama Islam.

“Sehingga dengan de­mikian bukan hanya secara lokal, namun juga internasional,” tuturnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Menkes menegaskan bahwa setelah me­lakukan uji klinik, vaksin merah putih harus sese­gera mungkin melakukan proses registrasi skala global.

“Sebelum diedarkan secara internasional, vak­sin merah putih harus terlebih dahulu melakukan proses registrasi di World Health Organization (W­HO) dan mendapatkan listing internasional,” ungkap Mentri Kesehatan mengakhiri. (efa)