AGAM/BUKITTINGGI

Pemkab Asahan Studi Tiru Kesehatan di Bukittinggi

0
×

Pemkab Asahan Studi Tiru Kesehatan di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Pemkab Asahan Pelajari Kiat Kota Sehat Bukittinggi
STUDI TIRU— Pemkab Asahan kunjungi Kota Bukittinggi dalam rangka studi tiru terkait prestasi bidang kesehatan.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan megunjungi Kota Bukittinggi da­lam rangka studi tiru terkait prestasi bidang kesehatan. Rombongan Kabupaten Asahan yang dipimpin Wakil Bupati, yan diterima langsung Wali Kota Bukittinggi diwakili Sekda di Pendopo Rumah Dinas Wa­ko, Selasa (22/2).

Wakil Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menyampaikan, kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka mengetahui dan mempelajari pres­tasi bidang kesehatan yang telah diraih Pemerintah Kota Bukittinggi. Selain itu, juga dipelajari tentang penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (ABI).

“Studi tiru ini, kami laksanakan tentang pelaksanaan kota sehat dan fasilitas kesehatan di Kota Bukittinggj. Dimana, kami anggap Bukittinggi memiliki layanan dan program yang representatif untuk kami tiru di Kabupaten Asahan,” ungkap Taufik.

Kabupaten Asahan me­rupakan salah satu dari 33 kabupaten di Sumatera Utara, memiliki 25 kecamatan, 177 desa, 27 kelurahan dengan jumlah penduduk 796.000 jiwa. “Kami belajar tentang proses pelaksanaan kota sehat, karena Bukittinggi telah dapat tiga penghargaan Kota Sehat, terakhir yaitu Swasti Saba Wistara. Dengan kota sehat, tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Sehingga nantinya kami juga bisa menerapkan Asahan sebagai Kabupaten Sehat,” ujar Taufik..

Baca Juga  348 Calon Haji Bukittinggi Dilepas, Termuda Berusia 18 Tahun dan Tertua 86 Tahun

Sekda Kota Bukittinggi, Martias Wanto menyampaikan, apresiasi terhadap kedatangan rombongan Pemkab Asahan ke Bukittinggi. Kota Bukittinggi memang telah mendapatkan tiga kali penghargaan Kota Sehat, mulai dari Swasti Saba Padapa, Swasti Saba Wiwerda dan yang tertinggi Swasti Saba Wistara.

Kami merasa bangga dengan kunjungan Pemkab Asahan. Dalam pelaksanaan penilaian Kota Sehat, sebagaimana layaknya sebuah penilaian, memang Bukittinggi berorientasi untuk dapatkan pengharga­an, agar mengarahkan kita untuk konsen melaksanaan kaedah kesehatan di Kota Bukittinggi,” jelas Martias Wanto diamini Plt Kadis Kesehatan, Isra Yonza.

Baca Juga  Akan Laksanakan Rakornas se-Indonesia, Fakultas Teknik Universitas Muhammadyah Audiensi dengan Bupati Agam

Upaya mengarahkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terus diupayakan hingga tingkat kelurahan. Tahun 2021 lalu, terkait STBM Award, Kota Bukittinggi juga telah meraih penghargaan dalam 7 kategori.

“Khusus untuk penanganan pandemi Covid-19, protokol kesehatan juga terus diterapkan dengan ketat. Masyarakat makin disiplin untuk menjalankan prokes, sehingga kasus Covid-19 dapat ditekan. Memang varian omicron mulai masuk Bukittinggi, tapi karena sudah divaksin, juga tidak ada yang mengalami gejala berat,” ujar Martias.

Terkait AKI dan AKB, juga dijelaskan, bahwa Kota Bukittinggi dalam tiga tahun terakhir, memang cendrung menurun. Dimana untuk angka kematian bayi, hanya ada tiga kasus dan Angka Kematian Ibu, juga hanya ada 3 kasus selama tiga tahun ter­akhir. (pry)