AGAM/BUKITTINGGI

Mengantisipasi Risiko Bencana Terhadap Masyarakat, BPBD Agam Tebang Pohon Berpotensi Tumbang

0
×

Mengantisipasi Risiko Bencana Terhadap Masyarakat, BPBD Agam Tebang Pohon Berpotensi Tumbang

Sebarkan artikel ini
TEBANG POHON— BPBD Kabupaten Agam tebang pohon yang sudah tua sehingga berpotensi tumbang di wilayah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

AGAM, METRO–Pemkab Agam melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menebang pohon yang berpotensi tumbang yang berada di sisi kiri dan kanan di wilayah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Senin (21/2). Kalaksa BPBD Agam Mhd Lutfi menyebutkan, penebangan pohon ini dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk meminimalisir risiko bencana yang dapat membahayakan masyarakat.

“Pohon kita tebang ini yang sudah tua dan berpotensi tumbang di sepanjang jalan Jorong Tapian Kandih, Nagari Silareh Aia Palembayan,” ujar Lutfi, kemarin.

Apabila tidak ditebang, kata Lutfi, nanti dapat mem­bahayakan masya­rakat pengguna jalan, ma­ka sebelum itu terjadi pihak DLH berinisiatif untuk menebangnya. “Ini upaya dalam meminimalisir korban jiwa ketika terjadi pohon tumbang, sehingga harus diwaspadai sebelum musibah itu terjadi. Apalagi, di musin hujan yang disertai angin kencang pohon yang sudah tua tersebut mengancam keselamatan masyarakat yang lewat di bawahnya,” sebut Lutfi.

Selain menebang kayu, BPBD Agam juga membersihkan saluran, perbukitan yang berpotensi longsor dan lainnya. Mhd Lutfi mengakui, bahwa Agam merupakan daerah rawan bencana, yang sering terjadi apabila tingginya curah hujan tinggi disertai angin kencang.

Bencana longsor menjadi ancaman musiman saat memasuki musim peng­hujan. Lantaran itu, warga diminta waspada dan mengantisipasi ancaman dengan berbagai langkah.

Waspada terhadap ancaman longsor dengan melakukan langkah antisipasi dan meminta semua masyarakat siap siaga. Terutama masuk musim penghujan, sehingga semua diminta waspada.

Ia menambahkan, selain itu sungai menjadi salah satu faktor yang menyebabkan banjir. Cu­rah hujan tinggi serta sedimentasi membuat sungai tidak mampu menampung volume air. Masih ditambah lagi dengan pertumbuhan tanaman gulma yang membuat saluran sungai jadi tersumbat. Maka, perlu dilakukan pembersihan sungai yang mengganggu kelancaran aliran air dan menjadi penyebab banjir. (pry)