PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan objek wisata dalam daerahnya lagi dikembangkan menuju Kabupaten Padangpariaman berjaya. Apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Padangpariaman paling banyak dari objek wisata. “Saat ini ada sekitar 70 destinasi wisata dalam daerahnya, semuanya kita kembangkan secara bertahap tentu dengan dukungan semua pihak, baik ranah maupun rantau, semoga dengan dukungan ranah dan rantau semakin maju semua detinasi wisata kita ini,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.
Apalagi katanya, pengembangan semua detinasi wisata tersebut akan diupayakan menyerupai Propinsi Bali, kalau tidak bisa menyaingi paling tidak Padangpariaman dapat menyamai Propinsi Bali dalam objek wisata yang religius.
“Sebab, target kita dalam pengembangan detinasi wisata ini mengalahkan Bali. Satu di antaranya yang akan dikembangkan Pantai Tiram, masjid dan makan Syeikh Burhanuddin. Apalagi saat ini telah masuk berberapa invetsor untuk mengarap Pantai Tiram tersebut dalam menunjang PAD,” ujar Suhatri Bur.
Ditambah lagi katanya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Padangpariaman selama ini, memang mengandalkan sektor pariwisata, meski ada PAD PAD lain selain detinasi wisata juga akan terus digarap secara maksimal untuk kemajuan daerah
Setidaknya jelas Suhatri Bur, dari total APBD Padangpariaman setiap tahun hampir sebesar Rp 1,6 triliun, sektor wisata menyumbang sekitar Rp 600 miliar disamping sektor sektor lainnya seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga terus meningkat.
“Tentunya, ini perlu sinergitas semua pihak yang akan mempromosikan tempat wisata kita. Kita butuh promosi ekstra sekarang, agar wisatawan lebih banyak berkunjung ke daerah ini. Semakin banyak wisatawan bekunjung ke Padangpariaman ootmatis perputaran uang juga semakin meningkat,” katanya.
Tentang penggaraoan wisata ini katanya, ada berepa masukan dari berberapa tokoh rantau Padangpariaman di Propinsi Riau, daerahnya banyak keindahan alam semuanya dapat dijadikan sebagai tujuan studi wisata.
“Karena alam dan keindahan wisata Padangpariaman yang sangat indah ini sampai saat ini masih banyak yang alami, karena itulah perlu pengarapan secara profesional untuk meningkatkan PAD. Kita dalam hal itu telah melakukan lobi ke Kementerian Pariwsata untuk pengembangannya,” ujarnya.
Kemudian jelasnya, perantau juga meminta kepadanya, agar dalam setiap kegitan atau keramaian di lokasi objek wisata, jangan ada aksi premanisme atau pungli. Tidak ketinggalan masukan kalangan pedagang di sekitar pantai jangan sampai mematok harga seenaknya alias main pakuak.
“Dalam hal itu saya telah meminta kepada Dinas Pariwisata untuk membuat regulasinya dalam pengembangan objek wisata, menuju Padangpariaman berjaya sesuai dengan visi dan misinya sebagai kepala daerah saat maju dan terpilih pada 9 Desember 2020 lalu,” tandasnya mengakhiri.(efa)





