METRO PADANG

Jadi Keynote Speaker Webinar Bentengi Diri dari Penyimpangan Seksual, Wako Padang: Dibutuhkan Kolaborasi Orang Tua, Ninik Mamak Memantau Anak

0
×

Jadi Keynote Speaker Webinar Bentengi Diri dari Penyimpangan Seksual, Wako Padang: Dibutuhkan Kolaborasi Orang Tua, Ninik Mamak Memantau Anak

Sebarkan artikel ini
KEYNOTE SPEAKER— Wali Kota Padang Hendri Septa saat menjadi Keynote Speaker dalam webinar bertemakan “Bentengi Diri dari Penyimpangan Seksual” yang diselenggarakan Universitas Muhammad Natsir Bukittinggi, Sabtu pagi (19/2).

A.YANI, METRO–Masalah penyimpa­ngan seksual adalah suatu hal yang sangat mem­ba­ha­yakan dan penting dice­gah demi menyelamatkan masyarakat khususnya masa depan bagi generasi muda. Oleh karenanya, perlu kewaspadaan dan pengawasan serta ber­bagai upaya dari semua pihak agar hal negatif terse­but dapat ditekan dan tidak terjadi lagi di sekitar kita.

“Maka dari itu, perlu kita membentengi diri, anak dan kemenakan dan ma­syarakat kita agar jangan sampai terjerumus ke da­lam perbuatan penyimpangan seksual ini. Cukup banyak jenis penyimpangan seksual diantaranya adalah LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender)”, ungkap Wali Kota Padang Hendri Septa saat menjadi Keynote Speaker dalam webinar bertemakan “Bentengi Diri dari Penyimpangan Seksual” yang diselenggarakan Universitas Muhammad Natsir Bukittinggi, Sabtu pagi (19/2).

Selain Wako Hendri Sep­ta kegiatan ini juga menghadirkan Keynote Speaker lainnya yakni Dr. Dian Puspi­ta,Sp.,IP (Ketua TP-PKK Ko­ta Padang Panjang) serta Dr.H. Armen Ahmad,Sp.PD dan Media Fitri,S.ST, M.Keb. Kegiatan ini juga diikuti oleh Rektor Universitas Muhammad Natsir Afridian Wirahadi Ahmad selain unsur terkait dan peserta webinar lainnya.

Orang nomor satu di Kota Padang itu berharap, melalui webinar kali ini bisa bersama-sama mencarikan solusi jitu dalam menyikapi masalah penyimpangan seksual tersebut. “Sa­lah satunya bisa melalui pemberian pendidikan dini bagi generasi muda tentang bahaya dari penyimpangan seksual. Hal ini perlu ditanamkan bagi me­reka agar terhindar dari pe­rilaku menyimpang tersebut. Untuk itu perlu usaha keras dari kita semua seperti melakukan sosialisasi, pendidikan secara formal atau non formal,” imbuhnya

Tak hanya itu, yang tak kalah petingnya adalah peran dari para orang tua, ninik mamak, bundo kanduang dan tokoh masyarakat agar saling berkolaborasi memantau gerak-gerik da­ri generasi muda.

“Jika menemukan kecurigaan harus kita telusuri dan tindak sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Semoga upaya ini kita lakukan terus secara masiv. Karena ini semua demi menyelamatkan para generasi muda selaku calon pemimpin bangsa dan da­erah kita ke depan,” ujar Wako menekankan didam­pingi Kepala DP3AP2KB Editiawarman dari kediaman resminya saat itu. (rel)