PARIWARA

Dongkrak Kesejahteraan Kerakyatan, Investasi Strategi Kuat Membangun Ekonomi

0
×

Dongkrak Kesejahteraan Kerakyatan, Investasi Strategi Kuat Membangun Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Asrul Wakil Walikota Padangpanjang

PEMETAAN dan percepatan serta perkem­bangan pembangunan daerah di berbagai bidang membutuhkan asupan da­ri investasi. Hal itu diungkapkan Wakil Walikota Padangpanjang Asrul, pada zoom meeting apresiasi pencapaian target realisasi investasi tahun 2021 yang dilaksanakan Kementerian Investasi BKPM secara virtual, Rabu (16/2). Wawako berharap ada investor berinvestasi di Kota Padangpanjang.

“Semoga Kota Pa­dang­­panjang berkembang de­ngan datangnya investasi yang berorientasi kepada kesejahteraan ma­sya­rakat sebagaimana disampaikan Menteri Investasi tadi,” ujar Asrul.

Makna investasi lebih lanjut Asrul menjelaskan, membangun tanpa dana APBD. Sejumlah peluang terus diupayakan melalui CSR dan peluang peluang lainnya. “Memang harus begitu, percepatan pertumbuhan ekonomi yaitu dengan mencari investasi dari luar,” kata Asrul..

Asrul mengatakan, pihaknya berupaya menja­ring investor guna pembangunan Rest Area. “Mas­ter plan sudah siap, DID sudah siap. Ada lagi potensi (investasi) seperti sumber air Lubuk Mata Kucing, untuk minuman kemasan. Tentu dengan perjanjian yang jelas. Ti­dak merugikan pemerintah dan masyarakat. Begitu juga dengan kapur,” sebut Asrul..

Baca Juga  Enam Kali Berturut-Turut Padang Raih Opini WTP LKPD 2019

Sebelumnya ungkap Asrul, Menteri Investasi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BK­PM), Bahlil Lahadalia me­ngatakan, investasi merupakan instrumen yang sangat penting. Karena sebagai pintu masuk terciptanya lapangan pekerjaan, kesejahteraan rak­yat, sekaligus nilai tambah dalam rangka meningkatkan produktivitas negara.

Berdasarkan data, sejak Indonesia merdeka, sebut Bahlil, investasi di luar Pulau Jawa sampai tahun 2020 kuartal ketiga, selalu di bawah Pulau Jawa. Artinya di Pulau Jawa investasinya lebih tinggi dibanding luar Pulau Jawa.

Baca Juga  Komisi I DPRD Sumbar Rapat Pembahasan Rencana Kerja Bersama Mitra Kerja, Dorong Pelayanan Penerbitan KIA di Atas 90 Persen di Tahun 2022

Hal itu lantaran infrastruktur di pulau jawa lebih memadai begitu juga de­ngan sumber daya manusianya. Tidak hanya itu, biaya ekonomi juga jauh lebih kompetitif. “Maka membangun infrastruktur dari Aceh sampai Papua sebagai instrumen mewujudkan pemerataan pertumbuhan ekonomi lewat investasi,” kata Asrul..

Dikatakannya lagi, sejak kuartal ketiga 2020 sampai sekarang, investasi di luar Pulau Jawa sudah lebih besar yaitu 52 per­sen, dibandingkan dengan Pulau Jawa. Pertumbuhan ekonomi pun naik. Tidak ada ketimpangan dengan daerah di luar Pulau Jawa.  “Investasi ke depan ada­lah investasi berorientasi kepada transformasi eko­nomi yang mendorong hilirisasi, nilai tambah. Jangan lagi berpikir mengekspor barang mentah. Menjadikan negara Indonesia sebagai negara industri,” kata Asrul.. (rmd)