METRO SUMBAR

Kesiapsiagaan Prajurit Terus Dipertahankan, Endra Sulistiyono: Tak Ada Prajurit Hebat, yang Ada Prajurit Terlatih

0
×

Kesiapsiagaan Prajurit Terus Dipertahankan, Endra Sulistiyono: Tak Ada Prajurit Hebat, yang Ada Prajurit Terlatih

Sebarkan artikel ini
Kesiapsiagaan prajurit— Terlihat para prajurit Lantamal II Padang sedang melakukan pengamatan keberadaan lawan.

PADANG, METRO–Kesiapsiagaan prajurit Pangkalan Utama TNI AL Lantamal II terus di perta­hankan. Tidak ada prajurit yang hebat, yang ada a­dalah prajurit terlatih Selasa 15 Februari Februari 2022. Komandan Pangkalan Utama TNI AL Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono.­S.E.,M.M., melakukan penutupan gladi tugas tempur Glagaspur untuk pang­ka­lan tingkat 1 dan 2. Begitu juga untuk unsur Laut ting­kat 1 dan 2. Penutupan Glagaspur yang dilakukan di Salazar Markas Komando Mako Lantamal II jalan Bukit Peti Peti Teluk Bayur Padang. Hadir pada saat penutupan, Pejabat Utama Lantamal, Kadis, Kasatker dan seluruh peserta latihan. Danlantamal dalam sambutanya menyampaikan, Glagaspur dilaksanakan dalam rangka me­nyiap­kan prajurit siap di gunakan setiap saat. “Para prajurit harus selalu siap baik fisik maupun kemampuannya alam menghadapi tugas kedepannya,” tegasnya.

Prajurit sudah melihatkan keseriusan dalam pe­laksanaan latihannya. Hal ini harus di pertahankan. Latihan ini juga bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi berbagai ancaman. “Latihan dilakukan dalam rangka persiapan penilaian oleh Tim dari Komando Latihan Armada Kolatarmada1,” ujar Endra Sulistiyono. Selain itu yang paling penting lagi ujar Endra Sulistiyono bahwa   Indonesia memiliki wilayah laut (termasuk ZEEI) sangat luas, sekitar 5,8 juta km2 yang merupakan tiga per empat dari total wilayah Indonesia. Di dalamnya terdapat 17.504 pulau dan dikelilingi garis pantai sepanjang 95.200 km, terpanjang kedua se­telah Kanada. Fakta fisik inilah yang membuat Indonesia dikenal sebagai ne­gara kepulauan terbesar di dunia.

Sebagai negara yang memiliki wilayah laut yang sangat luas, Indonesia tentu saja memiliki banyak permasalahan sehubu­ng­an dengan wilayah lautnya, Indonesia menghadapi ber­bagai kejahatan transnasional yang biasa terjadi dilaut seperti, Illegal fishing, Penyelundupan ba­rang, Penyelundupan nar­koba, Trafficking/Penyelundupan manusia dan boat people (manusia perahu ), terorisme dan bajak laut. Nah untuk menjaga wi­layah laut yang sangat luas tersebut, Indonesia memiliki tujuh lembaga penegak hukum yang memiliki satgas patroli di laut. Lembaga penegak hukum tersebut diantaranya  dalah TNI-Angkatan Laut.

Penegak hukum tersebut melaksanakan patroli terkait dengan keamanan dilaut secara sektoral sesuai dengan kewenangan yang dimiliki bedasarkan peraturan perundang-undangan. Melalui gladi tugas tempur Glagaspur ini negara hadir di laut dalam me­laksanakan penjagaan, pengawasan, pencegahan dan penindakan pelanggaran hukum di wilayah perairan Indonesia dan wi­layah yurisdiksi Indonesia.  “Yang lebih penting lagi adalah menjaga Kedaulatan Indonesia dari Negara asing yang mengusik,” tegas Endra.

Melalui tugasnya, sebut Endra Sulistiyono, TNI AL   mendukung implementasi visi pemerintah menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Poros maritim merupakan sebuah gagasan strategis yang diwujudkan untuk menjamin konektifitas an­tar pulau, pengembangan industri perkapalan dan perikanan, perbaikan trans­portasi laut serta fo­kus pada keamanan ma­ritim.

“Penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama da­lam pemerintahan Pre­siden Jokowi guna mewujudkan Indonesia sebagai proros maritim dunia,” tegas Endra Sulistiyono. (ped)