METRO PESISIR

Suhatri Bur: Kebanggaan Adat Salingka Nagari

0
×

Suhatri Bur: Kebanggaan Adat Salingka Nagari

Sebarkan artikel ini
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, menghadiri pengangkatan muncak dan pengukuhan urang tuo suku tanjuang tigo anduang Koto Tinggi, Nagari Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman.

PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, menghadiri pengangkatan muncak dan pe­ngukuhan urang tuo suku tanjuang tigo anduang Koto Tinggi, Nagari Gunuang Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman. Kehadiran Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama rombo­ngan, disambut dengan penampilan tari galombang oleh generasi muda yang tergabung dalam sanggar kebanggaaan Nagari Gunuang Padang Alai.

Dalam acara tersebut, hadir urang tuo luak lingkungan Hulu Banda, VII Koto, IV Koto, Manti dan Dubalang serta Niniak Mamak Rangkayo Majolelo. Wakil Datuak Rangkayo Majolelo Bujang Gefni, Muncak Rajo Saipul, Ketua Porbi Kecamatan V Koto Timur Bujang, Wali Nagari Gunuang Padang Alai Deri Alfendo dan Muncak Rajo Nagari Gunuang Padang Alai Ali Umar, para pecandu buru babi se Kabupaten Padang Pariaman serta perangkat Nagari Gunuang Padang Alai dan Wali Korong Koto Tinggi.

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Padangpariaman H Anwar,  Kadis Perikanan Khai­rul Nizam,  Direktur PDAM A­minuddin,  Sekcam V Koto Timur Yusrizal.

Acara tersebut juga juga terlihat hadir Ketua PKDP Indragiri Hilir Syamsir bersama pengurus, yang sengaja menemui Bupati Padangpariaman untuk meminta kehadiran beliau langsung pada tanggal 19 Maret 2022 ke Tembilahan untuk pengukuhan pengurus PKDP Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.

Baca Juga  Bangun dan Rehabiliasi Sebanyak 79 Unit Jaringan Irigasi Tarsier

Dalam kesempatan itu, Bupati Suhatri Bur sempat membalas parundiangan niniak mamak tantang rokok dan siriah dari muncak Rajo Nagari Gunuang Padang Alai Ali Umar.

Pada acara tersebut Imam Katik Labai Pagawai Nagari Gunuang Padang Alai, mengucapkan terima kasih kepada Bupati Padangpariaman Suhatri Bur Datuak Putiah atas keha­dirannya bersama rombongan, serta memberikan support a­cara adat niniak mamak nagari.

“Inilah kebanggaan adat salingka nagari bagi niniak mamak, yang harus kita pertahankan sebagai kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Padangpariaman juga memprioritaskan pengembangan nilai adat dan budaya dalam RPJMD 2021 – 2026, dengan meletakkan kata Berbudaya dalam visi Padangpariaman berjaya yang unggul berkelanjutan, religius, sejah­tera dan berbudaya,” ungkap­nya.

Bupati juga mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui Dinas Pariwisata akan menggelar ivent buru babi terbesar di Sumatera Barat dan menjadikan daya tarik bagi wisatawan, baik yang datang dari mancanegara, maupun wisatawan domestik.

Baca Juga  Pemkab Padangpariaman Serahkan Bantuan Korban Kebakaran

“Kita sengaja mengangkat olahraga buru babi menjadi ikon wisata Kabupaten Padangpariaman, karena keunikan dan telah menjadi tradisi di tengah ma­syarakat. Dalam berburu berbaurnya tiga sendi aktivitas sekaligus, yaitu olahraga, budaya dan wisata alam. Disam­ping jjuga bertujuan untuk me­nyelamatkan hasil panen petani dari serangan hama babi dan binatang buas lainnya. Apabila kegiatan buru babi dikemas dengan baik, diyakini akan menggerakkan perekonomian masyarakat di Nagari dengan ramainya para pecandu buru babi dan wisatawan yang datang berkunjung,” kata Suhatri Bur .

Adapun Muncak Buru yang diangkat oleh niniak mamak a­dalah Muncak Zainal dari Koto Tinggi dan Muncak Amaik dari Hulu Banda. Sedangkan Urang Tuo Buru yang dikukuhkan a­dalah Ali Munan yang berasal dari Suku Tanjuang Tigo An­duang Korong Koto Tinggi.

Acara Pengangkatan Muncak dan Pengukuhan Urang Tuo ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Padangpariaman. Untuk memeriahkan acara tersebut dan sekaligus ajang silaturrahmi sesama Muncak dan Urang Tuo, telah dilaksanakan kegiatan buru babi sebanyak dua kali di Korong Koto Tinggi Nagari Gunuang Padang Alai Kecamatan V Koto Timur ini. (efa)