BERITA UTAMA

Aksi Diam Selamatkan Hutan Mentawai, Minta Pemprov Cabut Izin Perusahaan Perusak Alam

1
×

Aksi Diam Selamatkan Hutan Mentawai, Minta Pemprov Cabut Izin Perusahaan Perusak Alam

Sebarkan artikel ini
AKSI DIAM— Koalisi penyelamatan hutan masa depan Mentawai melaksanakan aksi diam di depan kantor Gubernur Sumbar.

PADANG, METRO–Koalisi penyelamatan hutan masa depan Mentawai melaksanakan aksi diam di depan kantor Gubernur Sumbar, Rabu (9/2) sore. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap hak penguasaan hutan oleh beberapa peru­sahaan yang di Kepulauan Mentawai.

Belasan massa ini men­datangi kantor Gubernur Sumbar sekitar pukul 16.00 WIB dengan membentang­kan sejumlah spanduk yang di antaranya bertuliskan “Hanya jiwa yang mati yang diam ketika ada orang lain berusaha merusak sumber kehidupan kita. Karena kita Mentawai seja­tinya hidup masih bergan­tung pada alam”.

Baca Juga  2 Preman Palak Pasangan Nongkrong di Halte Bus, Tak ada Uang, Hp Korban Dirampas

Ketua Koalisi Penyela­matan Hutan Masa Depan Mentawai, Eko Zebua me­ngatakan, tujuan aksi kare­na maraknya izin pengua­saan hutan di sejumlah daerah di Kepulauan Men­ta­wai di antaranya daerah Sikakap, Sipora dan Siberut.

“Harapan kami, de­ngan aksi dan capaian-ca­paian dari koalisi, dicabut­nya izin yang sudah dike­luarkan dan penghentian perizinan yang dilakukan beberapa perusahaan yang masuk ke Mentawai,” katanya.

Diakuinya, dalam hal ini, koalisi membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan aksi yakni sela­ma sepekan. Jika suaranya didengar, maka aksi akan segera dihentikan.

Baca Juga  Angkot Berpenumpang Terguling Ditabrak Pikap di Kota Padang, 5 Orang Luka-luka

“Saat ini beberapa izin perusahaan di Mentawai masih jalan. Jika usaha ini terhenti, kemungkinan aksi kita tidak seperti ini lagi,” ujarnya.

Dari catatan koalisi, kata Eko, tinggal hanya seperempat ruang hidup untuk masyarakat Men­tawai saat ini. Kondisi ter­sebut tidak ada jaminan untuk kesejahteraan ma­sya­rakat setempat.

“Dipastikan tidak ada lagi jaminan kesejahteraan masyarakat Mentawai. Ma­ka dari itu, kami perlu turun tangan dan peduli terhadap hak-mak mereka (masyarakat Mentawai),” tuturnya. (rom)