METRO SUMBAR

Pariwisata Indonesia dari Sumatera Barat, PHRI Mulai Program Pulih dan Bangkit

0
×

Pariwisata Indonesia dari Sumatera Barat, PHRI Mulai Program Pulih dan Bangkit

Sebarkan artikel ini
SIRIAH CARANO— Gubernur Sumbar Mahyeldi disambut siriah dalam carano.

PADANG, METRO–Sumatera Barat (Sumbar) dengan potensi keelokan alam, budaya dan ku­linernya dipilih sebagai provinsi pertama dimulai­nya program pemulihan pariwisata Indonesia yang dicanangkan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).  Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani meyakini, Sumbar bisa menjadi penggerak kebangkitan ekonomi Indonesia dari sektor Pariwisata. “Tahun ini kita mulai project pemulihan dan kebangkitan pariwisata Indonesia, dari Sumatera Ba­rat. Dengan Destinasi yang banyak, potensi diaspora serta kekayaan alam, budaya dan kulinernya, kami yakin Sumbar bisa,” kata Hariyadi, usai jamuan makan malam bersama pe­ngurus PHRI se-Indonesia di Auditorium Gubernuran Sumbar, baru baru ini.

Untuk itu, Hariyadi mohon dukungan kepala daerah serta semua stakehol­der untuk menciptakan Sumbar sebagai salah satu destinasi wisata andalan. Dalam Rapat Kerja Nasio­nal (Rakernas) II PHRI Ta­hun 2022 yang berlangsung di Hotel Pangeran Beach, Rabu (9/2), salah satu agendanya adalah menyusun calender of ivent Pariwisata Indonesia, khususnya di Sumbar.

“Kita tidak bisa kerja sendiri, harus bersama dengan semua stakehol­der. Karena itu kami mohon dukungan gubernur, dan akan bangun kerjasama juga dengan Kadin, BUMN, dan maskapai. Semoga dengan Rakernas II PHRI Tahun 2022,.dengan tema “Pulih dan Bangkit Pariwisata Indonesia” akan mem­berikan dampak positif pada perekonomian ta­nah air,” harap Hariyadi.

Gubernur Sumbar, Bu­ya Mahyeldi menyambut positif harapan tersebut. Dukungan penuh akan di­berikan pada upaya yang dilakukan PHRI. Sebab per­tumbuhan sektor pariwisata menurut Buya Mah­yeldi sangat berdampak pada pertumbuhan eko­nomi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, saya mengucapkan terimakasih pada PHRI yang telah memilih Sumbar sebagai lokasi Rakernas II, termasuk juga menjadikan Sumbar daerah awal pelaksanaan program pemulihan pariwisata. Kami akan berikan dukungan maksimal untuk PHRI, sebab sektor pariwisata adalah sektor yang paling cepat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Buya Mahyeldi.

Lebih lanjut gubernur memaparkan beberapa potensi wisata Sumbar yang saat ini tengah menjadi perhatian yakni pe­ngembangan wisata berbasis nagari (desa wisata) yang jumlahnya mencapai 300 nagari. Beberapa diantaranya meraih penghargaan nasional dari kementerian pariwisata sebagai desa wisata terbaik.

Selain itu, tambah gubernur, juga akan ada  pem­benahan jalur kereta api ke Kota Sawahlunto sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata sejarah yang menjadi wari­san dunia.

“Sejalan dengan itu, jajaran Pemprov Sumbar melalui OPD terkait juga akan membenahi berbagai sarana dan fasilitas pendukung, sehingga Tahun 2023 nanti kita akan meluncurkan Visit Beautiful West Sumatra. Semangat sinergi dan kolaborasi jadi dasar karena memang tidak bisa dilakukan sendiri dan perlu dukungan dari banyak pihak,” sambung gubernur.

Rakernas II PHRI Ta­hun 2022 ini dihadiri perwakilan BPD PHRI dari 26 provinsi. Ketua BPD PHRI Sumbar, Rina Pangeran, mengatakan kegiatan diawali dengan Rapimnas dan dilanjutkan dengan Rakernas.  Pelaksanaan Rakernas menurut Rina juga sudah menerapkan prokes ketat, dimana seluruh peserta wajib memiliki bukti tes PCR, lalu harus tes antigen kembali setelah berada di Sumbar. “Alhamdulillah antusias kehadiran peserta ke Ranah Minang sangat tinggi. Peserta hadir dari 26 provinsi. Mohon dukungan penuh bapak gubernur agar pariwisata kita pulih dan bangkit kembali,” ucap Rina.

Turut hadir dalam jamuan makan malam Ra­kernas PHRI tersebut, Sek­jen BPP PHRI Pusat, Maulana Yusran, tokoh perantau dan sejumlah kepala OPD dilingkup Pemprov Sumbar. Jamuan makan malam ini juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Sakato, sebuah tari pasambahan kreasi dari Sanggar Seni Abai Sakato, Solok Selatan, yang men­dapat aplaus dari peserta Rakernas.(fan)