BERITA UTAMA

Ulah Si Gulambai Mengganas, Tiga Rumah Rata dengan Tanah di Kecamatan Palu­puah

0
×

Ulah Si Gulambai Mengganas, Tiga Rumah Rata dengan Tanah di Kecamatan Palu­puah

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Kondisi tiga rumah yang mengalami kebakaran di Jorong Pangadih Mudiak, Kecamatan Palupuah, yang hanya menyisakan puing.

AGAM, METRO–Si gulambai kembali me­nun­jukkan keberingasnya. Tak tang­gung-tanggung, tiga unit rumah di Jorong Pagadih Mudiak, Na­gari Pagadih, Kecamatan Palu­puah, rata dengan tanah setelah dilahap si jago merah, Senin (7/2), sekitar pukul 09.30 WIB.

Kebakaran tiga rumah itu­pun menimbulkan kepanikan warga setempat. Pasalnya, lo­kasi kebakaran berada jauh dari jalan raya dengan kondisi jalan yang sempit dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua. Akibatnya, mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi.

Warga bergotong-royong melakukan pemadaman secara mandiri dengan mengambil air menggunakan ember dan peralatan seadanya. Warga dibuat kewalahan, lantaran dua rumah merupakan rumah kayu, sedangkan satu lagi rumah semi permanen, sehingga api dengan cepat menyebar dan membesar.

Satu jam berjibaku, api yang membakar ketiga rumah berhasil dipadamkan. Hanya saja, bangunan beserta seluruh isinya sudah habis terbakar, sehingga hanya menyisakan puing dan bekas kebakaran tanpa bisa menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah.

Kabid Damkar Dinas Satpol PP-Damkar Agam Arfi Yunanda mengatakan, saat kejadian, pemilik rumah sedang beraktivitas di luar rumah mereka di Jo­rong Pagadih Mudiak, Nagari Pagadih, Palupuah. Tidak ada korban jiwa dan kejadian itu, tapi kerugian di­perkirakan mencapai Rp90 juta.

“Informasi dari ma­syarakat, ada salah satu pemasak nasi yang terpasang di rumah salah satu korban saat ditinggalkan. Saat api mulai ber­ko­bar, warga sekitar memberitahukan ke seluruh perkampungan melalui masjid, sehingga warga langsung berdatangan ke lokasi,” kata Arfi.

Menurut Arfi, kebakaran itu diduga disebabkan korsleting listrik. Hanya saja, untuk penyebab pasti kebakaran tiga rumah milik Maiyar (52), Robiyah (56) dan Nurhana (65), tentu harus melalui penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Tiga unit rumah yang terbakar masing-masing dua rumah kayu dan satu rumah semi permanen yang berada dalam kawasan persawahan dan sulit dijangkau armada pemadam kebakaran,” ungkap Arfi.

Dijelaskan Arfi, pihaknya setelah menerima laporan adanya kebakaran, sudah mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Namun, sayangnya akses jalan menuju lokasi kebakaran tidak bisa dilalui oleh kendaraan selain roda dua. Terlebih, jarak titik kebakaran dengan jalan besar mencapai 250 meter.

“Kami tidak bisa memasukkan armada pemadam ke lokasi karena akses jalan sangat kecil. Meski­pun begitu, personel kami tetap mendatangi lokasi untuk membantu pemadaman secara manual dan berupaya mengevakuasi peralatan rumah tangga yang bisa diselamatkan,” pungkasnya.

Arfi menambahkan, pro­ses pemadaman secara manual menghabiskan waktu lebih dari satu jam. “Untuk sementara kita menaksir total kerugian mencapai lebih dari Rp.750 juta,” pungkas Arfi. (pry)