AGAM/BUKITTINGGI

Usai Dilantik, PCNU Kota Bukittinggi Langsung Rumuskan Program di Muskercab

0
×

Usai Dilantik, PCNU Kota Bukittinggi Langsung Rumuskan Program di Muskercab

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO–Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bukittinggi  bergerak cepat. Usai dilantik Rabu (2/2) langsung melakukan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), Sabtu (5/2) di aula MUI Kota Bukittinggi. Muskercab merupakan forum tertinggi PCNU Kota Bukittinggi setelah Konferensi Cabang.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bukittinggi H Emmanuel Edy Mulyono saat pembukaan Muskercab menyebutkan,  Mus­­kercab yang diselenggarakan  ini adalah langkah awal bagi NU Bukittinggi untuk me­nunjukkan eksistensinya di Kota Bukittinggi. Artinya program kerja yang akan dilakukan NU di Bukittinggi diagendakan dan dibahas pada Muskercab.

“PCNU Bukittinggi mengadakan Muskercab dengan tema Rekonstruksi Nahdlatul Ulama Bukittinggi dalam Me­nyongsong satu abad NU. Alhamdulillah,  Muskercab dibuka langsung oleh Rais Syuriah PCNU Kota Bukittinggi  Buya H. Zainul Akbar,” kata Emmanuel Edy Mulyono yang juga salah seorang tokoh pendidikan di Kota Wisata Bukittinggi ini.

Rais Syuriah PCNU Kota Bukittinggi  Buya H Zainul Akbar berharap agar program-program kerja yang dilahirkan  pengurus dan lembaga NU dapat memberikan kemaslahatan di tengah umat. Terutama terkait dengan masalah keaga­maan, sosial, budaya dan eko­no­mi. Program yang dirancang benar-benar dirasakan manfaatnya di tengah-tengah umat.

Sekretaris PCNU Bukittinggi Satrio Budiman menyebutkan, ada tiga komisi yang membahas agenda pada Muskercab. Komisi A membahas  program kerja selama satu periode ke depan. Program kerja yang dirumuskan seperti penataan dan pemberdayaan organisasi, pengembangan pe­mikiran kritis keagamaan, pe­ngembangan sumberdaya sosial ekonomi local pemberdayaan sumberdaya pendidikan, pemberdayaan sosial politik bagi rakyat,  pemberdayaan hukum dan keadilan.

“Komisi B membahas rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemko Bukittinggi. Setelah diplenokan hasil rekomendasi, PCNU Bukittinggi akan membentuk tim khusus untuk mengkaji kembali draft rekomendasi sebelum dipublikasikan dan diserahkan kepada Pemko Bukittinggi. Ada beberapa isu lokal yang dibahas pada komisi B seperti Awning pasar atas, pengelolaan sampah dan lain-lain. Isu tersebut akan dilihat dari sudut pandang NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang dibingkai dengan Islam Ahlussunah Wal Jamaah,” kata Satrio.

Dikatakan, pada Komisi C pembahasan  Bahtsul Masail. Komisi ini mengagendakan beberapa isu yang akan dibahas secara komprehensif seperti dalam isu ekonomi lokal, isu utama yang dibahas adalah persoalan rentenir yang amat meng­khawatirkan. Bidang dakwah antara lain  merumuskan strategi dakwah Islam ala NU yang sesuai dengan kondisi sosial keagamaan di Bukittinggi. Strategi dakwah moderasi beragama yang sesuai dengan kultur ma­syarakat Bukittinggi , strategi dakwah yang kontra terhadap gerakan Takfiri dan tabdi’, serta membahas karya-karya imam Aswaja yang dimanipulasi oleh kelompok lain untuk melancarkan dakwah mereka. (*/pry)