METRO SUMBAR

Kasus Dugaan Ilegal Logging, Nagari Mandeh Pessel Tunggu Tindak Lanjut KPHL BB

0
×

Kasus Dugaan Ilegal Logging, Nagari Mandeh Pessel Tunggu Tindak Lanjut KPHL BB

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METRO–Pasca ditemukan tumpukan kayu di aliran su­ngai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, hari Sabtu (29/2/2022) hingga kini masih menunggu proses lebih lanjut dari UPTD KPHL, Bukit Barisan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Ba­rat.

Tumpukan kayu siap olah tersebut, berawal dari informasi masyarakat yang resah maraknya Illegal logging di wilayah tersebut. Yang kemudian ditindak lanjuti unit intel Kodim 0311/ Pessel, dengan lakukan penyelidikan di lapangan.

Dihari pertama unit intel Kodim 0311/ Pessel berhasil mendapatkan 3 kubik kayu di lokasi sungai Air Talang, Nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Hari kedua, kembali didapatkan kurang lebih 10 kubik kayu lagi.

Saat ini tiga kubik kayu telah diamankan di Makodim 0311/ Pessel, sementara untuk 10 kubik kayu sampai saat ini masih berada di lokasi.

Komandan Kodim 0311/ Pessel Letkol. Inf. Moch Suherli saat dihubungi menegaskan, bahwa Kodim 0311/ Pessel telah mem­bicarakan maraknya ilegal logging di kawasan Mandeh dengan pihak Unit Pe­laksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat.

“Hal ini sudah dibicarakan dengan pihak KPHL dan akan dijadwalkan mem­bahas solusi marak­nya illegal logging kedepanya,” tegas Letkol. Inf. Moch Suherli, pada media. Sabtu (5/2/2022).

Baca Juga  Hingga Tingkat Nagari, Maksimalkan Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan  Akuntabel

Beberapa rencana ke­giatan akan kita lakukan di bawah seperti aosialisasi tentang larangan dan aturan ilegal loging, pemba­hasan tentang wilayah hutan yang dapat dima­n­faat­kan masyarakat, pem­ber­dayaan masyarakat melalui program pemerintah sebagai solusi yang bisa dilakukan melalui pertanian, perikanan, perkebunan, membuat komitment ma­syarakat untuk tidak me­lakukan illegal lo­g­ging.

Dan, satu lagi Dandim 0311/ Pessel itu menyampaikan jika pihak KPHL Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Ba­rat memberikan apresiasi pada jajaran Kodim 0311/ Pessel, mendukung kelestarian hutan dan pencegahan ilegal logging.

“Apresiasi dengan akan dijadwalkan memberikan penghargaan kepada Ko­dim 0311/ Pessel. Lebih lanjut bagaimana kedepan bisa langsung dikonfirmasi ke KPHL,” ungkap Dandim 0311/ Pessel.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat Kusworo saat dihubungi beberapa hari yang lalu, Minggu (30/1/2022) angkat bicara mengenai dugaan ilegal logging di nagari Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan.

“Kalau untuk memastikan asal usul kayu tersebut tentu kita cek koordinat dulu dimana lokasi pe­nebangan kayu nya. Sementara jika dilihat dari tumpukan kayu tersebut ditemukan dipinggir sungai tidak masuk dalam kawa­san KPHL,” terang Kusworo.

Baca Juga  Kodim 0311/  Pessel dan Koramil Siapkan  Rest Area Bagi Pemudik

Untuk itu dalam waktu dekat ini kita telah mintak resort UPTD KPHL Bukit Barisan berada di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan turun kelapangan. Dan, melakukan koordinasi dengan jajaran Kodim 0311/ Pessel.

Kusworo, pihak Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Bukit Barisan Dinas Kehutanan, Provinsi Sumatera Barat dalam wak­tu dekat ini akan datang ke Kodim 0311/ Pessel untuk menjalin kerjasama. Khususnya dalam rangka kelestarian ekosistem hutan dan penghijuan.

Tentu bukan solusi atau pun kesepakatan saja yang dilakukan oleh pihak terkait disini, namun ada sangksi tegas diberikan pada ok­num pelaku ilegal logging itu sendiri. Karena dam­pak dari ilegal logging itu sendiri begitu besar untuk kehidupan masyarakat, dan ekosistem habitat satwa serta keberadaan hutan sebagai penyangga paru – paru bumi.

“ Semua harus dibuka transparan jangan hanya kepentingan oknum se­gelintir orang, kelompok, masyarakat terkena dampak dari ilegal logging,” harap Mario Rosy, Ketua Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik ( FJKIP), Pesisir Selatan. Dan, kedepan FJKIP Pesisir Selatan juga akan me­ngawal proses ilegal lo­gging. Tekuknya. (rio)