AGAM/BUKITTINGGI

Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Patanangan Diresmikan

0
×

Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Patanangan Diresmikan

Sebarkan artikel ini
RESMIKAN KAMPUS III— Bupati Agam Andri Warman meresmikan Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Patanangan Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang.

AGAM, METRO–Bupati Agam Andri War­man meresmikan Kampus III Surau Tahfidzul Quran Jalikur Patanangan, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Sabtu (5/2). Peresmian ini ditandai dengan penggun­tingan pita, penandatanganan prasasti dan pembukaan papan selubung nama Kampus III Surau Tahfidzul Quran itu.

Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Sumbar diwakili Kacabdin Pendidikan Sumbar wilayah Agam Mardison, Kakan Kemenag Agam, Marjanis, Kabag Kesra Setdakab A­gam, Surya Wendri, angota DPRD Agam, tokoh ma­syarakat dan lainnya.

Bupati Andri Warman mengapresiasi ma­sya­ra­kat yang telah bersama-sama membangun rumah tahfiz, bahkan ini sejalan dengan salah satu program unggulannya dalam melahirkan para hafiz dan ha­fizah di daerah itu. “Semoga ke depan semakin banyak lagi rumah tahfiz di Kabupaten Agam untuk mendidik generasi belajar tahfiz Qur’an,” harap bupati.

Dalam pengembangan pendidikan Tahfidzul Quran ini, katanya, Pemkab Agam sudah jajaki kerjasama dengan Kankemenag dan MUI Agam, menurutnya Februari ini sudah bisa d­i­sahkan bersama dua lembaga itu. “Memang dalam mengembangkan pendidikan agama ini kita harus bersinergi bersama lembaga tertentu seperti Kankemenag dan MUI, supaya hasil yang diharapkan nanti bisa terwujud dengan maksimal,” sebut bupati.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat membangun rumah tahfiz, paling tidak laksanakan dulu kegitannya di musala atau masjid di lingkungan masing-ma­s­ing. Apabila kegiatannya sudah berjalan, katanya, baru dimulai pembangu­nan gedungnya.

Bahkan bupati berkomitmen, bakal mencarikan solusi bagi para hafiz dan hafizah agar dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi, karena mereka sudah ada bekal ilmu untuk melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, Panitia Pembangunan, Darnis Bur­han Dt Bagindo Sati me­nyebutkan, pembangunan gedung ini menelan biaya sekitar Rp876 juta lebih, yang bersumber dari berbagai donatur yang ada di Kabupaten Agam. “Pembangunan ini dilaksanakan empat tahap, dengan lama pengerjaan 17 bulan 12 hari,” kata Darnis.

Ia mengaku tidak me­nyangka gedung semegah ini bisa berdiri di lokasi yang sebelumnya dijadikan kebun oleh pemilik. Dijelaskan, pembangunan ini diawali dari tingginya keinginan masyarakat untuk menitipkan anaknya ke rumah Tahfidzul Quran Musala Firdaus, sehingga tidak tertampung lagi di gedung sebelumnya. “Kemudian seorang tokoh yang merantau di Malaysia mewakafkan tanahnya untuk pengembangan rumah tahfiz ini, bahkan di­sambut antusias oleh ma­syarakat,” terang Darnis.

Saat itu, katanya, dalam memulai pembangunan hanya bermodal Rp9 juta, kemudian muncul ber­ba­gai donatur yang ingin berpartisipasi dalam memba­ngun rumah tahfiz yang diresmikan hari ini. “Untuk itu kita sampaikan terimakasih pada donatur yang telah berpartisipasi dalam membantu pembangunan ini. Semoga de­ngan kebersamaan membangun, akan banyak lahirkan para hafiz dan hafizah di Surau Tahfdzul Qur’an ini,” ujar Darnis. (pry)