JAKARTA, METRO–Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mengatakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Paduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 perlu direvisi. Hal ini lantaran kasus Covid-19 makin meningkat terutama pada anak sekolah.
“Melihat Fakta yang terjadi memang harus direvisi,” kata perempuan yang akrab disapa Uni Irma kepada JPNN.com, Jumat(4/2).
Dia juga menyebutkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim harus lebih berhati-hati dalam membuat kebijakan perihal PTM. Pasalnya anak-anak lebih rentan terhadap Covid-19.
“Sebaiknya Nadiem lebih hati-hati, karena anak-anak bisa dengan mudah membawa virus tersebut ke rumah, apa lagi omicron yang tidak bergejala sehingga susah dibedakan dengan penyakit biasa,” lanjut politikus NasDem itu.
Dia menegaskan saat ini masyarakat Indonesia belum bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.
“Selain belum semua rakyat menerima vaksin, masih banyak yang abai prokes terutama anak-anak sekolah,” ujar Irma. Irma juga menyebutkan PTM 100 persen melanggar protokol kesehatan terutama physical distancing.
Ada Penambahan 10 Ribu Kasus di DKI Jakarta
Pemprov DKI Jakarta mengumumkan penambahan 10.317 kasus Covid-19 hingga Kamis (3/2) sore. Penambahan itu juga mencatatkan DKI sebagai provinsi penyumbang kasus Covid-19 terbanyak di Indonesia.
“Sebanyak 48.365 orang dites PCR untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 10.317 positif dan 38.048 negatif,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, dalam keterangannya.
Selain itu, jumlah kasus aktif juga naik 5.926, sehingga jumlah orang yang dirawat atau diisolasi kini sebanyak 47.900. Dengan penambahan kasus yang terus melonjak setiap harinya, Dwi meminta agar masyarakat tidak lalai dan terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Kami turut mengimbau agar masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta. Upaya 3T terus digalakkan,” ujarnya.
Adapun hingga saat ini, capaian program vaksinasi di DKI untuk dosis 1 sebanyak 12.138.004 orang atau 120,4 persen. Total dosis 2 kini mencapai 9.959.249 orang atau 98,8 persen, sementara vaksinasi dosis ke-3 (booster) juga dilakukan dengan total 675.027 orang.(mcr6/mcr4/jpnn)






