METRO PADANG

Meresahkan, Belasan Anak Punk di SPBU Taruko Dibubarkan

0
×

Meresahkan, Belasan Anak Punk di SPBU Taruko Dibubarkan

Sebarkan artikel ini
DIBUBARKAN — Petugas Satpol PP Kota Padang membubarkan anak punk yang memakai vespa di dekat SPBU Taruko, Kecamatan Kuranji, Jumat (4/2).

TAN MALAKA, METRO–Belasan remaja yang bergaya seperti seperti anak punk dibubarkan Satpol PP Kota Padang, Jumat (4/2) di dekat SPBU Taruko, Kecamatan Ku­ranji. Anak punk yang membawa vespa gembel yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan itu, dibubarkan usai petugas mendapat laporan masya­rakat.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Padang Edrian Edwar di lokasi mengatakan, bahwa keberadaan anak muda tersebut membuat resah warga setempat. Oleh ka­rena itu dalam rangka menjaga Ketertiban dan ketentraman, Satpol PP bersama pihak Kecamatan melakukan pengawasan sekitar jalur By Pass.

Baca Juga  KPP-OPS Minta Pemko Cabut Perwako 438 Warisan Mahyeldi, Pedagang Pasar Ancam akan Tutup Seluruh Toko

“Di lokasi SPBU ini belasan anak punk bermalam dan berhari-hari di lokasi. Selain menimbulkan keresahan pengunjung SPBU, tentu juga berdampak kepada warga ada di sekitar SPBU,” ucapnya.

Petugas yang datang ke lokasi kemudian memberi arahan dan imbauan agar mereka meninggalkan lokasi karena bisa me­nimbulkan kemacetan. “Ka­mi arahkan mereka untuk meninggalkan lokasi tersebut. Kami lakukan dengan cara humanis. Ka­mi imbau jangan memar­kirkan kendaraan di jalanan karena bisa bikin macet,” katanya

Sementara itu Kasat Pol PP Kota Padang, Mursalim menjelaskan bahwa, upaya menjaga kondisi yang tertib dan tentram, maka dalam hal ini Satpol PP berupaya melakukan monitoring, terhadap hal-hal yang bisa mengundang kepada para pelaku pelanggar perda.

Baca Juga  23 Kelurahan sudah Bebas Corona, Tingkat Kesembuhan 60,67 persen

“Satpol PP Padang me­lakukan patroli ketertiban sepanjang jalur By Pass dari segala bentuk kegiatan-kegiatan yang mengganggu ketertiban dan ketentraman masyar­a­kat, terutama di jalur-jalur lalu lintas (lalin) yang kerap dijadikan tempat beraktifitas meminta-minta, ngamen, gepeng maupun kegiatan lainya,” jelasnya. (ade)