BERITA UTAMA

Orang Tua Bebas Pilih PTM atau PJJ untuk Anak

0
×

Orang Tua Bebas Pilih PTM atau PJJ untuk Anak

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Siswa SD saat pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

JAKARTA, METRO–Pemerintah melakukan penyesuaian terhadap pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 100 persen pada daerah dengan status PPKM level 2. Terdapat penyesuaian lanjutan juga yang mengatakan bahwa orang tua dapat menolak mengizinkan anaknya PTM terbatas.

Sekretaris Jenderal Ke­menterian Pendidikan, Ke­budayaan, Riset dan Tek­nologi (Sekjen Ke­men­dik­budristek) Suharti menga­takan bahwa penyesuaian ini guna memberikan kebe­basan kepada orang tua pada anaknya. “Orang tua boleh menentukan anak­nya mengikuti PTM Terba­tas atau mengikuti pem­belajaran jarak jauh (PJJ),” jelas dia, Kamis (3/2).

Baca Juga  Kombes Satake Bayu Pindah ke Polda Bali, 7 Kapolres di Sumbar Dimutasi Kapolri

Dengan adanya penye­suaian kebijakan PTM Ter­batas bagi daerah PPKM level 2, Sesjen Kemen­dik­budristek juga mene­kan­kan, perlu kesepa­ha­man besama perihal ter­sebut. Oleh karenanya, pe­merin­tah daerah (pemda) diha­rapkan dapat mem­buat penyesuaian segera yang dilakukan dengan cermat.

“Konsistensi dan pen­de­katan nondiskriminatif perlu menjadi dasar kita bersama. Kami mendu­kung semua inisiatif peme­rintah daerah dalam menu­runkan kasus,” ucapnya.

Selain itu, penyesuaian ini bukan bentuk putus asa dari dunia pendidikan. Me­nurutnya, jika sektor lain bisa dibuka pemerintah daerah secara maksimal, maka diharapkan PTM ter­ba­tas dapat juga di per­la­kukan sama, karena pendi­dikan memiliki tingkat ur­gensi yang sama pen­ting­nya.

Baca Juga  Hampir Setahun Buron, Otak Perampokan dan Pembunuh Pedagang Emas Keliling Ditangkap

“Kami berharap peme­rintah daerah dapat ber­sama-sama menjaga anak-anak kita agar tidak melakukan aktivitas-ak­tivitas di luar sekolah yang berisiko tinggi penularan Covid-19. Justru, berbeda dengan sektor lainnya, aturan PTM Terbatas sudah diatur dengan sangat rinci dalam SKB Empat Menteri untuk mengedepankan ke­sehatan dan keselamatan warga sekolah,” tutup Su­harti. (jpg)