METRO SUMBAR

UIN IB Padang Gelar Kuliah Umum Penguatan Moderasi Beragama

0
×

UIN IB Padang Gelar Kuliah Umum Penguatan Moderasi Beragama

Sebarkan artikel ini
Rektor UIN IB Padang, menyerahkah cenderamata di sela-sela acara.

LUBUK LINTAH, METRO–Universitas Islam Ne­geri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang menggelar kuliah umum dengan tema ‘Pe­nguatan moderasi beragama’, menghadirkan Yandi Susanto, dari komisi VIII DPR RI.

Menurut Yandi, semua rakyat Indonesia wajib beragama, dengan agama-agama yang telah diakui negara. Silahkan pilih agama yang dianut, jangan paksakan agama sendiri pada orang lain.

“Saya tidak setuju dengan kata semua agama sama, karena agama-agama itu berbeda. Satu hal yang penting harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain, se­hingga ada ketenangan dalam beribadah,” katanya pada para hadirin di Gedung Serba Guna UIN IB Lubuk Lintah Padang, Kamis (3/2).

Baca Juga  Andre Rosiade: Mahyeldi-Vasko Cocok Pimpin Sumbar, Punya Jaringan dan Akses Kuat di Pusat

Ia mengatakan, semua umat beragama harus sa­ling toleransi dan menghargai moderasi beragama. Tidak ada tempat bagi o­rang yang tidak beragama di Indonesia, apalagi di Sumbar yang menjunjung tinggi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Itu falsafah orang Minang yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” ungkapnya.

Yandi juga mengulang-ulang berbagai peristiwa yang dilatarbelakangi agama dan telah merenggut banyak korban jiwa. Menurutnya, orang yang mengamalkan agamanya dengan baik, dipastikan tidak akan membunuh manusia tanpa ada hak.

“Jadi mari kita galakkan moderasi beragama, agar tercipta kehidupan yang harmonis di Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Solsel Buka Puasa dengan Seribu Tokoh

Sementara Rektor UIN IB Padang, Prof.Dr. Martin Kustati M.Pd, mengucapkan banyak terimakasih karena kuliah umum ini akan memberikan banyak manfaat bagi para mahasiswa. Ia pun mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh seluruh untuk pemba­ngu­nan UIN IB Padang.

“Alhamdulillah kita su­dah mulai lagi kuliah tatap muka. Semoga kondisi ini terus bertahan, sehingga proses belajar mengajar kembali lancar,” katanya.

Meski kuliah umum a­khirnya harus berjalan sing­kat dari rencana awal, para peserta tampak se­nang karena mendapatkan ilmu yang bermanfaat. (hen)