METRO NASIONAL

Suharso Monoarfa Nyatakan Pembangunan IKN Bukan pada Titik Nol

0
×

Suharso Monoarfa Nyatakan Pembangunan IKN Bukan pada Titik Nol

Sebarkan artikel ini
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas Suharso

JAKARTA, METRO–Menteri Perencanaan Pembangu­nan Nasional (PPN) / Kepala Bappenas Suharso menyampaikan info terbaru soal rencana pembangunan Istana Ne­gara di Ibu Kota Negara (IKN) Nusan­tara, Kaliman­tan Timur.  Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Kamis (3/2), Suharso men­jelaskan bahwa pem­ba­ngu­nan Istana Negara di IKN Nusantara bukan be­ra­da di titik nol.

Menurut dia, nantinya Istana Nega­ra di IKN Nu­santara akan dibangun di daerah yang sedikit lebih tinggi. Adapun sayap se­belah kanannya dibangun gedung DPR dan MPR. Kemudian di sayap sebelah kiri untuk bagian yudi­katif.

“Titik nol itu bukan ber­arti di situ kami akan mulai. Istana memang bukan di titik nol, dia agak ke atas,” katanya. “Jadi saya kira bagus sekali kalau itu me­mang bisa terwujud,” tam­bahnya.

Ketua umum Partai Per­sa­­tuan Pembangunan (PPP)­ itu menyatakan titik nol IKN Nusantara meru­pakan titik referensi untuk menghitung tingkat ke­tinggian bangunan di atas permukaan air laut. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa pembangunan IKN akan dila­kukan secara ber­tahap sampai 2045. Namun, pihaknya telah memas­tikan ketersediaan air yang merupakan aspek paling penting serta mulai mem­bangun Bendungan Se­paku Semoi dan jalan untuk logistic

Menurutnya, jika jalan tol dari Balikpapan ke IKN selesai, maka bandara ke IKN akan sama waktu tem­puhnya seperti dari Ceng­kareng, Jakarta Barat ke Semanggi, Jakarta Selatan.  “Kemudian, dari Sama­rinda ke IKN juga akan lebih cepat sekitar 1 jam lebih sedikit,” ujarnya.

Tak Ada Jual Beli Tanah di Lokasi IKN Nusantara

Sementara itu Gu­ber­nur Kaltim Isran Noor me­negaskan areal lahan lo­kasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nu­san­tara merupakan tanah ne­gara, berupa tanah hutan produksi. Karena itu, man­tan Bupati Kutai Timur itu memastikan tidak ada prak­tik jual beli tanah di lo­kasi IKN tersebut.  “Jual beli tanah di sekitar atau di luar lokasi pembangunan IKN mungkin saja ada, dan itu bagus. Artinya, masya­ra­kat mendapatkan man­faat,­­” kata Isran Noor, Ka­mis (20/1).

Namun, terkait harga tanah yang melonjak sam­pai 10 kali lipat, Isran me­ngaku dirinya masih tidak percaya. “Kemungkinan itu hanya isu dan permainan spekulan tanah,” ujarnya.

Dia mengatakan jika ada yang ingin ber­spe­kulasi di areal lahan yang akan digunakan untuk pem­bangunan IKN akan sia-sia dan hanya meng­habiskan energi.  “Setahu saya, tidak ada lahan ma­syarakat yang masuk areal kawasan IKN. Itu semua lahan negara. Kalaupun ada lahan masyarakat yang mungkin ma­suk ka­wasan IKN, itu akan ditata kem­bali oleh pemerintah, supaya nanti pe­mukiman di sekitar ibu kota bisa lebih ba­gus,” ungkapnya.  Se­iring de­ngan pem­­bangunan IKN, harga ta­nah tentu­nya men­jadi per­timbangan pa­ra investor.

Menurut Isran, tidak ada masalah antara investor dengan pihak pemilik lahan yang ada di luar kawasan IKN Baca Juga: 3 Kekhawatiran Sri Mulyani, Salah Satunya Berkaitan dengan IKN Nusantara  “Itu urusan lain, dan itu berlaku hukum pasar, supply dan demand. Jadi kalau pemilik lahan mau bermain dengan para investor, tidak masalah. Kan ada hitung-hitungannya,” katanya.

Di areal lahan rencana pembangu­nan IKN, teru­tama di kawasan inti IKN merupakan lahan milik ne­gara dalam bentuk hutan tanaman industri yang di­minta kembali pemerintah sebagai rencana awal un­tuk pembangunan IKN.

“Untuk mencegah ter­jadinya spe­kulasi lahan, saya sudah mengeluarkan Pergub untuk melarang adanya tran­saksi jual beli areal lahan yang ada di sekitar IKN,” beber Isran Noor.

Kepala Badan Per­ta­nahan Negara (BPN) Ka­bupaten Penajam Paser Utara Ade Candra Wijaya menambahkan tidak ada­nya lonjakan harga tanah sampai 10 kali lipat di lokasi IKN. “Itu tidak ada, tapi yang namanya spekulan tanah bisa saja terjadi, namanya mencari ke­un­tungan. Itu bisa terjadi di luar kawasan pem­bangu­nan IKN, tetapi kalau di dalam lahan IKN tidak ada,­” ungkapnya. (*/jpnn)