METRO NASIONAL

Pertimbangkan Berbagai Indikator, Ketua DPR Puan Maharani Minta Evaluasi PTM 100 Persen

0
×

Pertimbangkan Berbagai Indikator, Ketua DPR Puan Maharani Minta Evaluasi PTM 100 Persen

Sebarkan artikel ini
Ketua DPR Puan Maharani

JAKARTA, METRO–Ketua DPR Puan Maharani mengatakan evaluasi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 per­sen harus mem­pertim­ba­ng­kan berbagai indi­kator yang mementingkan ke­butuhan dan ke­pentingan para siswa.  Legislator Fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan perlu dilihat aspek kesehatan dan ke­butuhan anak dari sisi kog­nitif terhadap rencana eva­luasi PTM 100 persen, itu.

Sebab, Puan mengaku banyak menerima aduan dari guru-guru soal dam­pak PJJ yang memang te­rasa sekali terhadap pen­didikan anak.

“Apakah memung­kin­kan apabila pelaksanaan PTM menyesuaikan level PPKM daerah masing-ma­sing,” kata Puan Maharani dalam keterangan pers­nya, Rabu (2/2).

Mantan menteri koor­dina­tor bidang pem­bangu­nan manusia dan kebu­da­yaan itu berharap pe­me­rintah melibatkan ba­nyak stakeholder dalam me­la­ku­kan evaluasi PTM 100 per­sen. Legislator Da­erah Pe­milihan V Jawa Te­ngah itu menilai keter­libatan ba­nyak pihak dalam evaluasi PTM 100 persen membantu pe­merintah me­­­lihat ber­bagai ke­butu­han dan ke­pen­tingan sis­wa.

“Termasuk dengan me­li­batkan perwakilan orang tua dan guru. Jadi, selain epidemiolog, harus meminta masukan dari pihak-pihak yang setiap hari­nya berinteraksi dengan anak,” kata Puan Maharani.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta PTM 100 persen dievaluasi.  Evaluasi ini diutamakan bagi tiga provinsi di Indonesia. “Sa­ya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten,” kata Jo­kowi, Selasa (1/2).

Sebelumnya Jokowi me­ng­instruksikan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tek­nologi mengkaji ulang kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM). Hal ini guna mencegah penularan covid-19 secara masif di se­kolah.”Khusus kami (Kementerian Kesehatan) dan Pak Nadiem Makarim (Men­­teri Pendidikan, Kebu­da­­yaan, Riset, dan Teknologi) diminta Bapak Presiden untuk me-review implementasi program PTM,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Budi mengatakan pihaknya akan berkonsentrasi menerapkan dua stra­tegi pengendalian covid-19 dari sisi hulu. Strategi itu melalui penerapan protokol kesehatan dan deteksi atau surveilans. “Kita ingin melakukan strategi surveilans atau 3T atau deteksi tadi, khusus untuk aktivitas belajar mengajar,” ujar Budi.

 Penerapan itu akan berlanjut ke aktivitas publik lainnya bila berhasil. Mulai aktivitas keagamaan, perdagangan, dan pariwisata.

 Budi mengatakan strategi surveilans di satuan pendidikan harus dimulai secara masif. Hal ini untuk menekan kerugian jangka panjang bagi peserta didik.  “Kita sadar bahwa kita harus melakukan atau mulai pembelajaran tatap muka ini karena banyak long term disbenefit kalau kita tunda. Makanya kita fokus sekali melakukan advanced surveillance untuk khususnya aktivitas. (jpnn pembelajaran tatap muka,” ucap Budi. (ast/jpnn)