Salah satu desa wisata di Kota Solok dapat penghargaan, Pemko Solok menjadikan hal itu sebagai momentum untuk memaksimalkan penggalian potensi kepariwisataan di Kota Solok ke depannya. Di antaranya, dengan melakukan pengembangan dua desa wisata yang ada di lingkunga Kota Solok.
“Saat ini di Kota Solok terdapat dua desa wisata yakni Desa Wisata Batu Patah Payo di Kelurahan Tanahgaram dan Desa Wisata Kelurahan Tanjungpaku, ini harus kita maksimalkan pengembangannya,” ujar Wako Solok Zul Elfian Umar, kemarin.
Ia mengatakan, salah satu desa wisata yakni desa wisata Kelurahan Tanjungpaku menerima penyerahan piagam penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Prestasi yang dicapai ini berkat keikutsertaan dalam ajang ADWI 2021 yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. Kelurahan Tanjung Paku mampu menembus 300 besar Desa Wisata terbaik.
“Ini bukti bahwa sektor pariwisata kita juga memiliki potensi, Kelurahan Tanjungpaku dengan destinasi unggulannya obyek wisata Taman Kitiran, ini potensi besar yang akan kita kembangkan,” tambah Zul Elfian.
Dijelaskannya, bidang kepariwisataan mempunyai peran penting dalam memajukan suatu daerah. Sehingga diperlukan untuk dibangun secara sistematis dan terpadu bidang kepariwisataan dengan tetap memberikan perlindungan kepada nilai-nilai adat dan budaya. “Kita jangan sampai berhenti, harus bekerja terus dalam memajukan pariwisata di Kota Solok. Sinergitas, kekompakan dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat akan sangat membantu kita dalam menyukseskan pembangunan Kota Solok,” sebut Zul Elfian.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang ada di kawasan desa wisata tersebut, untuk mampu memberikan hal-hal yang kreatif. Sehingga para pengunjung yang datang akan memberitahukan serta mengajak yang lain untuk mau berkunjung ke Kota Solok.
Menurutnya, sangat penting bagi masyarakat untuk menerapkan dan mengimplementasikan Sapta Pesona seperti di Bali yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.
Namun, sebagai Nagari Beradab dan berpegang kepada Adat Basandi Syarak, syarak Basandi Kitabbullah tentu Kota Solok tidak mungkin serta merta meniru semua yang diterapkan di Bali. “Pemko Solok dan masyarakat harus selalu memberikan pelayanan yang baik kepada pengunjung. Karena sikap akan berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata,” tambah Zul Elfian.
Lebih lanjut, pemulihan sektor pariwisata menjadi target strategis Pemerintah Kota Solok pada tahun 2022 ini. Menurutnya, promosi wisata sekarang sudah bergeser dari media mainstream ke media sosial, mulai dari facebook, Instagram dan lainnya, lalu juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kemajuan zaman. “Kita juga akan meningkatkan peran pemerintah, masyarakat, generasi muda dalam memajukan pariwisata, serta meningkatkan rasa sadar memiliki objek wisata,” tambah Zul Elfian.
Tak hanya itu, Pemko Solok juga telah berupaya memaksimalkan PAD dalam pemungutan, pengembangan dan pengendalian potensi untuk peningkatan penerimaan PAD dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada wajib pajak dan wajib retribusi melalui OPD terkait.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Solok Elvi Basri mengatakan, di 2 desa wisata yang ada di Kota Solok tersebut, yakni desa wisata kawasan Payo dan Desa Wisata Tanjungpaku, sudah dinilai Kemenparekraf-RI.
Tahun 2021 Desa wisata Tanjungpaku berhasil menembus 300 besar desa wisata terbaik, dan atas itu Kelurahan Tanjung Paku telah menerima penyerahan piagam penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, yang diserahkan Rabu (19/1) lalu.
Dijelaskannya, ADWI 2021 merupakan ajang pemberian penghargaan kepada desa-desa wisata yang memiliki prestasi dengan kriteria-kriteria penilaian dari Kemenparekraf/ Baparekraf, yang bertujuan menjadikan desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia dan berdaya saing tinggi.
Ia menjelasakan, Desa Wisata bertujuan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan dalam meningkatkan kesiapan dan kepedulian guna menyikapi potensi wisata di daerahnya. Maka itu, pelatihan-pelatihan kepada masyarakat di lingkungan wisata harus terus dilakukan, dan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai desa wisata.
Selanjutnya, meningkatkan peran pemerintah, masyarakat, generasi muda dalam memajukan pariwisata, serta meningkatkan rasa sadar memiliki objek wisata. “Apabila semua tersebut telah berjalan baik, diharapkan akan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Solok, khususnya ke desa wisata yang ada di Kota Solok,” kata Elvi Basri. (vko)






