METRO PADANG

Gubernur Lepas Jamaah Umroh Perdana Pascapandemi Covid-19

0
×

Gubernur Lepas Jamaah Umroh Perdana Pascapandemi Covid-19

Sebarkan artikel ini
UMROH PERDANA — Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melepas keberangkatan 73 orang jamaah umroh di Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (29/1). Ini adalah keberangkatan petama kalinya setelah pandemi Covid-19 melanda negeri sejak 2020 lalu.

BIM, METRO–Untuk pertamakalinya pasca pan­demi Covid-19, Provinsi Sumbar kembali melepas rombongan jemaah umroh ke tanah suci Mekkah, di Bandara Interna­sional Minangkabau (BIM), Sabtu (29/1).

Sebanyak 73 orang jemaah umroh dari Rizkia Tour & Travel tersebut dilepas secara resmi oleh Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi, di bagian keberangkatan BIM. Pelepasan ditandai dengan penga­lungan syal kepada Nur Asmi (72), salah seorang jamaah yang telah bersabar menunggu keberangkatan sejak Maret 2020 silam.

Dalam sambutannya, gubernur me­nyampaikan rasa sukacita telah dibu­kanya kembali penerbangan ke tanah suci pada 8 Januari lalu.

“Alhamdulillah keinginan masyarakat untuk umro h bisa kembali terlaksana. Atas nama Pemerintah Provinsi Suma­tera Barat saya mengucapkan selamat dan terimakasih pada Rizkia Tour, semoga perjalanan jemaah ke tanah suci lancar, diberkahi dan mabrur,” ujar Buya Mah­yeldi.

Baca Juga  Tarekat Naqsabandiyah Lebaran Haji 10 Agustus

Tak lupa gubernur juga mohon kepada jemaah un­tuk mendoakan keber­ka­han untuk Sumbar dan In­do­nesia di tempat-tem­pat mustajab di tanah suci agar terhindar dari musibah.

“Mohon doanya di tem­pat mustajab. Insyaallah siang ini kita juga keda­tangan Dubes Arab Saudi yang berkunjung selama empat hari ke Sumbar. Semoga hubungan Sumbar dan Timur Tengah dan juga investasi jadi lebih baik dan lancar,” tambah gubernur.

Pimpinan Rizkia Tour & Travel Arbi Thalib, me­nye­but, selain jemaah asal Sum­bar, disaat bersamaan juga diberang­katkan je­maah asal Riau dengan total jumlah 172 orang je­maah.

Baca Juga  KVS Sumbar Cup 2020, Minus 2 Pemain, Lowis Menang Telak

“Alhamdulillah sejak izin penerbangan dibuka 8 Januari, kita yang perdana berangkat dari Sumbar. Untuk persiapan tidak ada perbedaan, hanya ada tam­­bahan syarat vaksin dan PCR serta karantina sela­ma 8 hari. 1 hari sebe­lum keberangkatan dan 7 hari sepulang nanti,” jelas Arbi.

Salah seorang jemaah asal Payakumbuh, Adam Begading (60) mengaku sangat bahagia ketika men­dapat kabar pener­bangan umroh telah dibuka kembali. Kesabarannya menanti selama dua tahun akhirnya berbuah manis.

“Terharu, bercucuran air mata, Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat ke tanah suci setelah me­nunggu hampir 2 tahun,” katanya. (fan)