SUKARNOHATTA, METRO–Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Payakumbuh sejak beberapa tahun terakhir kekurangan murid. Bahkan satu kelas hanya ada sebanyak 8 orang murid dan dari kelas 1-6 tidak ada yang cukup jumlah siswanya Satu Rombongan belajar sebanyak 28 orang siswa.
Kepala Sekolah Dasar Negeri (SD) 40 Payakumbuh (Tanjung Gadang Sungai Pinago), Deri Sesmita, Jumat (28/1), menyebut bahwa sekolahnya termasuk salah Satu yang kekurangan murid. Dimana kelas I hanya ada 8 orang siswa, kelas II sebanyak 16 orang, kelas III ada 18 siswa, kelas IV hanya 8 orang, kelas V ada 22 orang dan kelas VI sebanyak 21 siswa.
“Murid kita seluruhnya 96 orang, idealnya perkelas itu 28 orang. Jadi tidak ada yang cukup satu rombel. Bahkan anak kelas 1 dan IV sama-sama 8 orang. Kondisi ini telah terjadi sejak enam tahun terakhir, untuk itu ia berharap tahun ini saat pelaksanaan PPDB, sistem Zonasi benar-benar terlaksana sesuai tujuan awal,” ucapnya berharap.
Mengingat, sebut Deri Sesmita, selama ini masih adanya anak didaerah sonasi SDN 40 yang sekolah disekolah negeri lain. “Untuk mengatasi ini harusnya sistim sonasi benar-benar diterapkan. Kalau soal fasilitas kita cukup, guru lengkap, ruangan lengkap, dan memang ada juga yang karena pindah kerja orang tuanya sehingga anaknya juga ikut pindah,” sebutnya.
Wanita yang baru dua tahun menjabat Kepala Sekolah itu juga menyebutkan, selain karena penerapan sistim zonasi dalam PPDB yang belum berjalan maksimal, banyaknya orang tua yang menyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta serta dampak Pandemi Covid-19 yang membuat orang tua pulang ke kampung halamannya juga menjadi sebab sekolah kekurangan murid.
“Kedepan kita berharap agar PPDB benar-benar diterapkan sistim sonasi dan kita juga berharap penerimaan siswa kita juga sama dengan swasta, dengan begitu tidak ada sekolah yang kekurangan maupun kelebihan murid. Selain itu, untuk memenuhi kuota agar Rombel disekolah terpenuhi butuh dukungan semua pihak,” ucapnya.
Kurang peminatnya sekolah Negeri dari tahun ke tahun dan berakibat kurangnya murid tidak dipungkiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril. Menurutnya penyebabnya adalah pelaksanaan PPDB sistim Zonasi yang belum berjalan sebagaimana mestinya. Untuk itu ia berharap kedepan semua pihak memberikan dukungan agar PPDB sistem Zonasi berjalan dengan tujuan awal.
“Ada beberapa sekolah disejumlah kecamatan di Payakumbuh yang kekurangan murid, Kedepan kita butuh dukungan semua pihak untuk memperbaiki PPDB sistem Zonasi, sebab penerapan Zonasi butuh dukungan pejabat, tokoh masyarakat dan lainnya,” sebut Dasril melalui sambungan telpon.
Dasril juga menambahkan, baru-baru ini pihaknya (Dinas Pendidikan.red) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang diikuti beberapa pihak, diantaranya, kepala sekolah, Capil, Tapem, Asisten serta Staf Ahli Pemko Payakumbuh untuk membuat draft PPDB kedepannya, sehingga tidak ada lagi sekolah kekurangan murid.
“Selain meningkatkan pengelolaan sekolah dengan menempatkan kepala sekolah yang berinovasi, kita juga menggelar Rakor agar PPDB kedepan berjalan sesuai harapan, kita akan buat sitem Zonasi tingkat RT. kendala lainnya adalah terbatasnya kewenangan dinas pendidikan terhadap sekolah swasta dan madrasah, terutama dalam PPDM. Apalagi untuk sekolah masyarakat bebas memilih dan kita tidak bisa melakukan pemaksaan,” ucapnya.
Dia berharap perlu dukungan dari semua pihak agar nantinya semua sekolah memiliki murid sesuai daya tampung yang ada, salah satunya dukungan dalam penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam penerapan Zonasi. “Kita berharap dukungan semua pihak, agar tidak ada lagi sekolah yang minim ,” harap Dasril. (uus)






