PAYAKUMBUH/50 KOTA

Sejumlah SDN Kekurangan Murid di Kota Payakumbuh

0
×

Sejumlah SDN Kekurangan Murid di Kota Payakumbuh

Sebarkan artikel ini
KEKURANGAN MURID— Kelas I SD N 40 Payakumbuh hanya ada 8 orang siswa yang diajar oleh guru kelas.

SUKARNOHATTA, METRO–Sejumlah Sekolah Dasar Ne­geri (SDN) di Kota Payakumbuh sejak beberapa tahun terakhir kekurangan murid. Bahkan satu kelas hanya ada sebanyak 8 orang murid  dan dari kelas 1-6 tidak ada yang cukup jumlah siswanya Satu Rombongan belajar sebanyak 28 orang siswa.

Kepala Sekolah Dasar Negeri (SD) 40 Payakumbuh (Tanjung Gadang Sungai Pinago), Deri Sesmita, Jumat (28/1), menyebut bahwa sekolahnya termasuk salah Satu yang kekurangan murid. Dimana kelas I hanya ada 8 orang siswa, kelas II sebanyak  16 orang, kelas III ada 18 siswa, kelas IV hanya 8 orang, kelas V ada 22 o­rang dan kelas VI sebanyak 21 siswa.

“Murid kita seluruhnya 96 o­rang, idealnya perkelas itu 28 o­rang. Jadi tidak ada yang cukup satu rombel. Bahkan anak kelas 1 dan IV sama-sama 8 orang. Kon­disi ini telah terjadi sejak enam tahun terakhir, untuk itu ia ber­harap tahun ini saat pelaksanaan PPDB, sistem Zonasi  benar-benar terlaksana sesuai tujuan awal,” ucapnya berharap.

Mengingat, sebut Deri Sesmita, selama ini masih adanya anak didaerah sonasi SDN 40 yang sekolah disekolah negeri lain. “Untuk mengatasi ini harusnya sistim sonasi benar-benar dite­rapkan. Kalau soal fasilitas kita cukup, guru lengkap, ruangan lengkap, dan memang ada juga yang karena pindah kerja orang tuanya sehingga anaknya juga ikut pindah,” sebutnya.

Baca Juga  Payakumbuh Memasuki Usia Emas, Pemko Siapkan Penghargaan untuk Pejuang Pahlawan

Wanita yang baru dua tahun menjabat Kepala Sekolah itu juga menyebutkan, selain karena pe­nerapan sistim zonasi dalam PPDB yang belum berjalan maksimal, banyaknya orang tua yang me­nyekolahkan anak mereka ke sekolah swasta serta dampak Pandemi Covid-19 yang membuat orang tua pulang ke kampung halamannya juga menjadi sebab sekolah kekurangan murid.

“Kedepan kita berharap agar PPDB benar-benar diterapkan sistim sonasi dan kita juga ber­harap penerimaan  siswa kita juga sama dengan swasta, dengan begitu tidak ada sekolah yang kekurangan maupun kelebihan murid. Selain itu, untuk memenuhi kuota agar Rombel disekolah terpenuhi butuh dukungan semua pihak,” ucapnya.

Kurang peminatnya sekolah Negeri dari tahun ke tahun dan berakibat kurangnya murid tidak dipungkiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril. Menurutnya penyebabnya adalah pelaksanaan PPDB sistim Zonasi yang belum berjalan se­bagaimana mestinya. Untuk itu ia berharap kedepan semua pihak memberikan dukungan agar PPDB sistem Zonasi berjalan dengan tujuan awal.

“Ada beberapa sekolah dise­jumlah kecamatan di Payakumbuh yang kekurangan murid, Kedepan kita butuh dukungan semua pihak untuk memperbaiki PPDB sistem Zonasi, sebab penerapan Zonasi butuh dukungan pejabat, tokoh masyarakat dan lainnya,” sebut Dasril melalui sambungan telpon.

Baca Juga  Motivasi ASN di Payakumbuh Barat, Erwin Yunaz : Tak Masalah Kita Nyinyir

Dasril juga menambahkan, baru-baru ini pihaknya (Dinas Pendidikan.red) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) yang diikuti beberapa pihak, diantaranya, kepala sekolah, Capil, Tapem, Asisten serta Staf Ahli Pemko Payakumbuh untuk membuat draft PPDB kedepannya, sehingga tidak ada lagi sekolah kekurangan murid.

“Selain meningkatkan pe­nge­lolaan sekolah dengan menem­patkan kepala sekolah yang be­rinovasi, kita juga menggelar Rakor agar PPDB kedepan berjalan sesuai harapan, kita akan buat sitem Zonasi tingkat RT. kendala lainnya adalah terbatasnya ke­wenangan dinas pendidikan ter­hadap sekolah swasta dan ma­drasah, terutama dalam PPDM. Apalagi untuk sekolah ma­sya­rakat bebas memilih dan kita tidak bisa melakukan pemaksaan,” ucapnya.

Dia berharap perlu dukungan dari semua pihak agar nantinya semua sekolah memiliki murid sesuai daya tampung yang ada, salah satunya dukungan dalam penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dalam pe­ne­rapan Zonasi. “Kita berharap dukungan semua pihak, agar tidak ada lagi sekolah yang minim ­,” harap Dasril. (uus)