AGAM/BUKITTINGGI

Bukittinggi Pilot Project Nasional Soal Pengelolaan Sampah

0
×

Bukittinggi Pilot Project Nasional Soal Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
Bukittinggi Pilot Project Nasional Penurunan Emisi Perkotaan Melalui Pengelolaan Sampah
PERTEMAUAN— Sekda Kota Bukittinggi, Martias Wanto setelah mengadakan pertemuan dengan Team Leader CDM Smith/PT.Arkonin EMP, Mr. Doug Hickman yang berasal Canada didampingi Leader Nasional Rafianti, Jumat (28/1), menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Bukittinggi sebagai pilot project program DKTI. Pemko Bukittinggi siap mendukung program penurunan emisi perkotaan melalui pengelolaan sampah.

BUKITTINGGI, METRO–Persoalan sampah memang tidak ada habisnya di Indonesia, tidak terkecuali di Kota Bukittinggi. Untuk itu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas telah melakukan Kerjasama dengan Pemerintah Jerman (Deutsche Zusammeneabeit) yang diimplementasikan Deutsche Gesellschaft Fur Internasionnale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, dalam bentuk kegiatan Emissions Reduction In Cities Through Improved Waste Management (DKTI) In Indonesia.

Proyek pengurangan emisi di perkotaan melalui peningkatan pengelolaan sampah ini, dimulai 7 Juni 2021 dan akan berjalan selama 26 bulan. Bukittinggi menjadi salah satu percontohan, bersama 4 kota lainnya di Indonesia, seperti Jambi, Malang, Denpasar, Cirebon dan 1 kabupaten, yakni Kabupaten Bogor.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, Team Leader CDM Smith/PT.Ar­konin EMP Mr. Doug Hickman yang berasal Canada didampingi Leader Nasional Rafianti melakukan pertemuan awal dengan Kepala Bapelitbang Rismal Hadi, SSTP, MSi, di Kantor Bapel­tbang, Rabu (26/1).

Kamis (27/01) dilaksa­nakan diskusi, berbagi ilmu dan pengalaman dengan Mr Doug Hickman di Ruang Rapat Bapelitbang yang dipimpin Kepala Bapelitbang dihadiri l Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup beserta jajarannya.

Baca Juga  Pemko Bakal Bangun Drainase Jalan Bypass

Kepala Bapelitbang Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, permasalahan dalam penanganan dan pengelolaan sampah di Bukittinggi masih berkutat pada Tempat Pembuangan Akhir. TPA Regional yang berada di Payakumbuh diperkirakan hanya berumur 6 bulan ke depan.

“Sedangkan sampah terbanyak yang masuk ke TPA tersebut adalah sampah yang berasal dari Bukittinggi yaitu sekitar 120 ton/hari dan merupakan penyumbang terbesar. Un­tuk itu Kota Bukittinggi harus mencari solusi terhadap permasalahan ter­sebut,” ungkap Rismal.

Team Leader CDM Smith/PT.Arkonin EMP, Mr Doug Hickman menjelaskan, kegiatan DKTI lebih fokus kepada planning, capacity building dan finansial dalam pengelolaan sampah. Sehingga nantinya sistem ini dapat mengurangi peningkatan emisi gas rumah kaca.

Mr Doug Hickman ber­bagi pengalaman di negara-negara dan daerah di Indonesia yang awalnya mengalami permasalahan dengan pengelolaan persampahan seperti Kota Halifax di Canada, Kota Flanders Belgia dan di Mun­car Kab.Ba­nyu­wangi. Dimana, pada tahun 2016 lalu, hanya 1 persen penduduk Muncar yang meng­gunakan sistem pengumpulan sampah formal dan sekarang penduduk Muncar telah menerapkan sis­tem pengelolaan sampah secara sirkular.

Baca Juga  Disparpora Gelar Lomba Senam Massal

Dari pengalaman dan ilmu yang diberikan Mr Doug itu, Kepala Bapelitbang menyatakan Kota Bukittinggi harus dapat merubah persepsi tentang penanganan persampahan di Bukittinggi. Kegiatan DKTI ini diharapkan dapat memberikan angin segar dalam merubah persepsi tentang pengelolaan/pe­nanganan sampah dari Eko­nomi Linear menjadi Ekonomi Sirkular.

Sekda Kota Bukittinggi, Martias Wanto setelah me­ngadakan pertemuan dengan Team Leader CDM Smith/PT.Arkonin EMP, Mr. Doug Hickman, Jumat (28/1), menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Bukittinggi sebagai pilot project program DKTI. Pemko Bukittinggi siap mendukung program penurunan emisi perkotaan melalui pengelolaan sampah.

“Kami pemerintah Ko­ta Bukittinggi siap mendukung penuh program DKTI ini. Tentunya akan banyak manfaat terhadap lingkungan dan kebersihan kota. Kami ucapkan terimakasih kepada Bappenas atas ditunjuknyo Bukittinggi sebagai pilot project kegiatan ini. Semoga terealisasi dengan maksimal,” ungkap Sekda, setelah pertemuan itu, di rumah dinas walikota,” ujar Martias. (pry)