PDG.PARIAMAN, METRO–Walinagari Ambuang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman, Kardimon menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung komitmen Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur dalam mewujudkan Padangpariaman berjaya, seperti yang tertuang dalam visi misinya sebagai Bupati Padangpariaman yang baru.
“Seperti diketahui periodesasi jabatan bupati selaku kepala daerah itukan juga sangat terbatas, makanya selaku Bupati Padangpariaman yang baru, Bupati Suhatri Bur berupaya untuk bisa bergerak lebih cepat lagi, dan ini tentunya layak kita dukung demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Padangpariaman,” tegas Kardimon, kemarin.
Tentunya disadari bersama sebutnya, dalam situasi pandemi saat ini tantangan seorang kepala daerah jelas semakin berat, terlebih ditambah lagi dengan kondisi defisit anggaran yang ada. Kondisi itu sebutnya jelas menjadi tantangan tersendiri bagi seorang kepala daerah guna melakukan percepatan di berbagai bidang.
“Salah satunya adalah bagaimana mempercepat proses pencairan Anggaran Pendapatan Belanja (APB) yang ada di nagari, sehingga dengan begitu program di masing-masing nagari bisa langsung star, begitu memasuki perubahan tahun anggaran,” terangnya.
Meski demikian pihaknya mengaku optimis di bawah kepemimpinan Bupati Padangpariaman yang baru, Suhatri Bur, berbagai persoalan atau bengkalai yang ada selama ini bakal bisa diurai sedemikian rupa, termasuk diantaranya bagaimana mempercepat pencairan APB nagari.
“Harapan kita ke depannya, misalnya pada bulan Desember seluruh proses APB nagari sudah bisa dituntaskan, sehingga dengan begitu dana anggaran nagari-nagari yang ada di Padangpariaman sudah bisa disalurkan, dan kita tentunya sangat optimis jika pemerintah Padangpariaman di bawah kepemimpinan Bupati Suhatri Bur juga memiliki komitmen yang kuat untuk itu,” terangnya.
Kardimon mengakui jika selama ini hal itu merupakan salah satu problem tersendiri bagi jajaran pemerintahan nagari, di pihak lain, proses percepatan pencairan APB nagari jelas dirasakan sangat penting, sehingga dengan begitu penyerapan anggaran yang ada bisa lebih dimaksimalkan. Pasalnya, jika pencairannya terlambat dilakukan maka dampaknya bisa saja menimbulkan tidak optimalnya pemanfaatan dan penyerapan anggaran nagari yang ada.
Di pihak lain, Ketua Forum Walinagari VII Koto ini juga mengakui jika kondisi pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini memang dirasakan cukup berat oleh sejumlah pihak. Tidak terkecuali bagi jajaran pemerintahan nagari yang ada di Kabupaten Padangpariaman. Seperti diakui Walinagari Ambuang Kapua, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak Padangpariaman, Kardimon.
“Kita tentunya tidak bisa menyalahkan siapa-siapa dalam hal ini, hanya kita berharap semoga saja kondisi pandemi yang terjadi saat ini bisa cepat berlalu,” terangnya.
Menurutnya, seperti diketahui bersama, salah satu dampak langsung dari situasi pandemi Covid-19 terutama sekali menimbulkan terjadinya keterbatasan ruang dalam berbagai hal. Termasuk diantaranya keterbatasan dalam hal pemanfaatan anggaran nagari.
“Sebagai contoh misalnya dengan keluarnya PP 104, mengakibatkan sebagian besar Dana Desa itu terpaksa mesti dialihkan untuk kepentingan lain, seperti untuk kepentingan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak covid-19 yang ada di nagari, di samping untuk penanganan covid 19 dan yang lainnya, sehingga praktis dana yang tersisa hanya berkisar 32 persen. Dana itulah yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kegiatan atau untuk kepentingan program pembangunan lainnya,” terangnya.
Dengan alasan itulah pihaknya berharap agar jajaran Pemkab Padangpariaman melalui Dinas DPMD Padangpariaman ke depannya bisa melakukan percepatan sedemikian rupa terhadap APB nagari, sehingga dengan demikian berbagai program kemasyarakatan yang ada di nagari bisa lebih dioptimalkan seperti diharapkan. (efa)





