AGAM/BUKITTINGGI

ASN Agam Diingatkan Makna Surat An Nahl Ayat 90

0
×

ASN Agam Diingatkan Makna Surat An Nahl Ayat 90

Sebarkan artikel ini
Irwan Fikri

AGAM, METRO–Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungngan Pemkab Agam kembali diingatkan makna Surat An Nahl ayat 90. Pada ayat itu setidaknya terdapat tiga perintah dan tiga larangan Allah SWT. Wasiat tersebut disam­paikan Mubaligh H Bus­tamar SAg MH pada wirid pengajian Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabu­paten Agam, Jumat pagi (28/1) di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Ba­sung.

Disampaikan Bus­tamar jika dipahami secara mendalam, QS An Nahl ayat 90 me­miliki makna yang sa­ngat penting diketahui kaum muslimin. Menurutnya, ayat tersebut mengandung makna perintah dan larangan Allah SWT. “Paling tidak ada tiga perintah Allah dan tiga pula larangan Allah yang dapat kita pahami dari ayat tersebut, ayat yang sering kita dengar di penutupan khutbah Jumat,” ujarnya.

Adapun perintah Allah itu sam­bungnya, pertama terkait berlaku adil. Menurutnya, sebagai penyelenggara pemerintahan, ASN harus berlaku adil, keadilan yang berpedoman kepada keadilan Allah. “Adil ini adalah adil yang sesuai pada porsinya, tegakkan kea­dilan meskipun langit runtuh. Selalu jadikan keadilan sebagai prioritas,” ucap Bustamar.

Perintah Allah yang ketiga adalah berlaku ihsan atau baik. Sebagai penyelenggara pemerintahan, ASN diharapkan selalu berorientasi kepada kebaikan. Menurutnya, orang yang berbuat baik akan selalu merasa diawasi Allah SWT.

Perintah ketiga adalah menjaga silaturahmi. Silaturahmi yang paling dasar adalah berbagi dengan karib kerabat yang membutuhkan. “Mem­beri adalah lambang dari silaturahmi. Kita tidak bisa hidup sendiri. Orang yang memutus silaturahmi akan men­dapatkan azab dari Allah SWT,” ujar Bustamar.

Sedangkan tiga lara­ngan Allah yang ter­kan­dung dalam QS. An Nahl ayat 90 pertama adalah menjauhi per­buatan keji lagi menji­jikan. Mubaligh  men­con­tohkan perbua­tan keji tersebut semisal perilaku LGBT. “Per­bua­tan ini sangat dilarang Allah SWT, karena makh­luk diciptakan berpa­sang-pasangan,” kata jauhi perbuatan keji lagi men­jijikan.

Kemudian Allah SWT melarang umat melakukan per­bua­tan mungkar atau perbuatan yang merugi, contohnya melakukan perju­dian, meminum miras dan lain seba­gainya. “Larangan ketiga adalah berbuat zalim, sebesar apapun kezali­man akan menerima balasan yang setimpal. Dosa yang balasannya Allah segerakan di dunia adalah perbuatan zalim,” ujar Bustamar lagi.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt Parpatiah SH menye­butkan, sesibuk apapun, majelis taklim keagamaan harus berjalan terus di Kabupaten Agam. Pasalnya, taklim seperti inilah yang menjadi pengingat terhadap kesalahan yang mungkin diperbuat sebagai ASN.

Menurutnya, meski satu ayat, pengajian yang disampaikan H. Busta­mar, S.Ag, MH sangat berdampak positif terhadap kinerja ASN Kabu­paten Agam sebagai pelayan publik. “Jika ini diamalkan maka kita akan membawa ribuan kebaikan kepada kita, meski satu ayat tapi sangat penting untuk kita. Kuncinya ada pada diri kita, apakah kita mau menga­malkannya,” ucap Irwan. (pry)