PADANGPARIAMAN, METRO–Pemkab Padangpariaman bentuk nagari dan Kecamatan sadar gizi untuk cegah stunting dan obesitas. Program tersebut untuk melalui Dinas Kesehatan Padangpariaman membentuk Nagari dan Kecamatan sadar gizi di Nagari dan Kecamatan lokus stunting, kemarin di Kantor Camat Ulakan Tapakis.
Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman H. Yutiardy Rivai mengatakan pembangunan kesehatan merupakan investasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.
Saat ini Indonesia tengah menghadapi beban ganda masalah gizi. Di satu sisi, Indonesia menghadapi masalah gizi kurang yang berdampak pada kondisi tubuh yang pendek atau stunting dan kurus, disisi lain dihadapkan pada masalah gizi lebih yakni obesitas atau kegemukan.
“Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Stunting dapat disebabkan karena kurangnya asupan gizi serta kurangnya pengetahuan orang tua akan pentingnya kesehatan. Dampak stunting pada anak dapat mempengaruhinya dari ia kecil hingga dewasa,” jelasnya.
Dikatakan, dalam jangka pendek stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik. Sekilas proporsi tubuh anak stunting mungkin terlihat normal, namun kenyataannya anak lebih pendek dari anak-anak seusianya.
Seiring dengan bertambahnya usia anak, stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah kesehatan. Salah satu komponen terpentingnya adalah terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK),” ungkap Yutiardy.
Ia juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan dan bantuan untuk suksesnya pembentukan nagari dan Kecamatan Sadar Gizi, sesuai dengan tema peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-62 Tahun 2022 aksi bersama cegah stunting dan obesitas.
“Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum yang baik di masa pandemi Covid-19, untuk meningkatkan komitmen dan mempererat kerja sama seluruh elemen bangsa. Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, melalui perbaikan gizi masyarakat,” ujarnya. (efa)






