PARIWARA

Antisipasi Stunting dan Obesitas, Penuhi Gizi Ibu Hamil, Berikan ASI Eksklusif

0
×

Antisipasi Stunting dan Obesitas, Penuhi Gizi Ibu Hamil, Berikan ASI Eksklusif

Sebarkan artikel ini

Mengantisipasi ancaman Stunting dan Obesitas terhadap bayi, kebutuhan gizi ibu harus terpenuhi sejak hami. Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Anak RSUD Padangpanjang, dr Fitriana setelah melahirkan bayi juga harus diberikan ASI eksklusif.

Dijelaskann Fitriana, stun­ting merupakan masalah kurang gizi jangka panjang atau malnutrisi kronik yang ditandai dengan tubuh yang pendek, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

“Penderita stunting umumnya rentan terhadap pe­nyakit. Memiliki tingkat ke­cerdasan di bawah normal, serta produktivitas rendah, dan gangguan metabolik sa­at dewasa,” terang Fitriana.

Tips untuk mencegah a­nak stunting, kata Dokter Fitriyana, di antaranya memenuhi gizi ibu sejak hamil, beri bayi ASI eksklusif sampai berusia 6 bulan, dampi­ngi ASI eksklusif dengan MPASI sehat. Selain itu, terus memantau tumbuh kembang anak, jaga kebersihan ling­kungan dan konsultasi kesehatan anak ke dokter spesialis anak.

Baca Juga  Mantan Bupati, Mantan Wakil Bupati dengan PJ Bupati Kepulauan Mentawai, Malam Pisahsambut Penuh Haru

Dikatakannya, gangguan tumbuh kembang akibat stun­ting bersifat menetap. Arti­­nya tidak dapat diatasi. Namun, kondisi ini bisa dicegah, terutama saat 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Sedangkan obesitas me­nurut WHO, katanya lagi, adalah penumpukan lemak yang berlebihan atau abnormal yang dapat mengganggu kesehatan. Penyebab terjadinya obesitas yaitu ke­tidakseimbangan antara asupan energi dengan pengeluaran energi.

“Adapun pencegahannya, penuhi asupan gizi, hindari makanan olahan, batasi asupan gula, cukupi waktu tidur dan cairan dalam tubuh, lakukan diet rendah karbohidrat,” saran Fitriana.

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan, Ratna Nila Sari SKM ketika dihubungi dengan terpisah menyebutkan, di Kota Padangpanjang sesuai data E-PPGBM per Agustus tahun 2021, stunting berada di angka 15.6 persen. Sedangkan obesitas balita berada di angka 1.2 persen

Baca Juga  "The Power of Hijrah" Mati Tidak Menunggu Tobatmu

Disampaikannya, bebe­rapa langkah intervensi spe­sifik di sektor kesehatan yg telah dilaksanakan Dinas Kesehatan di antaranya ke­giatan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kekurangan energi kronik, pelayanan ANC (antenatal care) bagi ibu hamil. Selain itu ada pemantauan pertumbuhan balita di posyandu, pemberian vitamin A dan obat cacing, pemberian makanan tambahan balita gizi kurang.

Selain itu, tambahnya lagi, juga ada pelaksanaan pos gizi di beberapa kelurahan, pemberian tablet FE bagi remaja putri SMP dan SMA, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pembentukan kelas ibu balita dan ibu hamil di semua kelurahan, serta pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin. (rmd)