Laporan : Efanurza Padangpariaman
Para pedagang yang menjadi korban terjangan angin puting beliung di sekitar los kuliner pasar Pauah Kamba, Kecamatan Nan Sabaris Padangpariaman berharap pihak pemerintah Kabupaten Padangpariaman bisa sesegeranya merehabilitasi kembali los pasar yang ambruk akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi pada tanggal 8 Desember 2021 lalu.
Seperti diakui Ahmad Yani, salah seorang pedagang di sekitar los yang ambruk tersebut, pihaknya berharap agar proses rehabilitasi kembali los pasar Pauah Kamba tersebut hendaknya bisa diganti dengan bangunan yang lebih kokoh dan permanen, sehingga bisa memiliki daya tahan yang lebih dari sebelumnya. “Kalau rencananya pasar ini akan direnovasi atau dibangun kembali kita tentu berharap agar bangunannya hendaknya bisa lebih kokoh dari sebelumnya. Sehingga proses rehabilitasinya tidak mesti dilakukan secara berulang-ulang,” terangnya.
Lebih jauh Ahmad Yani mengakui jika sebelumnya Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur telah turun langsung meninjau ke lapangan, guna mengetahui lebih dekat situasi yang terjadi. Dimana dalam kesempatan itu, Bupati Suhatri Bur telah berjanji akan menindaklanjuti aspirasi para pedagang di kawasan itu, sembari menjanjikan akan merehabnya kembali.
Lebih jauh pria 43 tahunan ini menambahkan, los yang ambruk tersebut sebelumnya dihuni oleh sekitar 30-an pedagang. Terdiri dari pedagang kuliner seperti cindua ramas khas pasar Pauah Kamba, pedagang sate, pedagang rempah-rempah hingga pedagang harian lainnya. “Makanya kini kami hanya bisa berharap kiranya los yang ambruk ini bisa segera dibenahi sedemikian rupa, sehingga dengan begitu kami bisa kembali berdagang atau berjualan dengan nyaman, mseperti dulu lagi,” ujarnya.
Walinagari Pauhkamba, Muhammad Nur, kemarin, menyatakan, tak luput mengapresiasi atensi dan perhatian Bupati Padangpariaman Suhatri Bur yang telah menyempatkan diri untuk turun langsung meninjau kerusakan los Pasar Pauah Kamba yang ambruk akibat terjangan angin puting beliung yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dinihari itu.
“Seperti diketahui, dalam kunjungan tersebut Pak Bupati telah menyebutkan, jika kerusakan los pasar ini mungkin bisa direhab menggunakan dana APBD Padangpariaman. Karena itulah Pak Bupati sebelumnya telah mengintruksikan jajaran BPBD Padangpariaman agar membuat laporan resmi, sehingga peristiwa ini bisa ditetapkan sebagai bencana daerah,” terangnya.
Muhammad Nur menyebutkan, penetapan status musibah itu sebagai bencana daerah jelas sangat dibutuhkan, sehingga nantinya bisa dijadikan sebagai payung hukum untuk bisa memanfaatkan anggaran APBD daerah. “Harapan kita tentunya kerusakan los pasar ini bisa direnovasi secepatnyalah, namun tentu sesuai dengan prosedur yang berlaku. Atau paling tidak nantinya bisa menggunakan dana anggaran APBD Perubahan Kabupaten Padangpariaman,” terangnya.
Diakui Muhammad Nur, los Pasar Pauhkamba yang ambruk yang berusia lebih dari 40 tahun tersebut sebelumnya dihuni oleh sekitar 30-an pedagang berlainan jenis. Mulai dari pedagang cendol ramas, hingga pedagang kuliner dan pedagang harian lainnya. Saat ini sebut M. Nur untuk sementara waktu para pedagang di kawasan itu telah dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang berada di sekitar los atau kawasan pertokoan lainnya yang ada di sekitar los yang ambruk tersebut.
Di pihak lain, M. Nur menambahkan, jika sebelumnya Pasar Serikat tiga nagari itu, yaitu Nagari Pauah Kamba, Nagari Padang Bintungan dan Nagari Kapalo Koto itu, juga sempat mendapatkan bantuan yang berasal dari dana DAK Pusat.
Selanjutnya dana tersebut telah berhasil dimanfaatkan secara maksimal untuk merenovasi dan membenahi kembali sejumlah komplek pertokoan yang terletak di bagian gerbang pasar Pauah Kamba tersebut. “Namun demikian seperti bisa disaksikan sendiri, sejauh ini masih cukup banyak los atau bangunan tua dan sudah reot di sekitar Pasar Pauah Kamba ini, sehingga rasanya sudah sangat mendesak untuk direnovasi sedemikian rupa. Belum lagi los yang ambruk akibat terjangan angin puting beliung beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Diakuinya untuk bisa merenovasi kembali sejumlah bangunan tua yang terdapat di sekitar pasar Pauah Kamba tersebut, setidaknya membutuhkan anggaran lebih kurang sekitar Rp.20 miliar.
“Alhamdulillah saat ini proposal untuk keperluan merenovasi bangunan di sekitar Pasar Pauah Kamba ini telah diajukan secara resmi oleh pihak Koperindag dan UKM Padangpariaman, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Padangpariaman. Makanya kita tentunya sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pihak pemerintah daerah ini. Semoga saja proposal ini bisa mendapat sambutan positif dari pihak departemen terkait di tingkat pusat,” terangnya.
Di pihak lain, Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya dihubungi melalui ponselnya Senin kemarin mengakui jika Bupati Padangpariaman Suhatri Bur telah turun langsung menunjau kerusakan yang dialami los Pasar Pauah Kamba tersebut. “Namun bagaimana tindaklanjutnya kita dari BPBD Padangpariaman saat ini tengah melakukan kajian secara mendalam,” beberanya.
Seperti diketahui Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, baru-baru ini berkesempatan meninjau langsung kerusakan los Pasar Pauah Kamba tersebut. Dimana dalam kesempatan itu, orang nomor satu Padangpariaman itu berjanji akan mencarikan solusi terbaik guna untuk membenahi kembali kerusakan yang dialami los Pasar Pauah Kamba dimaksud. (***)






